Terkadang kepala itu terlalu banyak diajak lompat-lompat dalam berpikir,,memendam begitu banyak pemikiran menyebabkan kekusutan tersendiri. Lalu kemudian untuk mengurainya..kita perlu mencari benang merah dari semuanya...
Jumat, 31 Juli 2020
MEMASUKI BULAN KE-5
Sabtu, 11 Juli 2020
Anak bertanya tentang Gei...
Ini adalah kejadian ketika saya menjalani piket masuk
kantor, waktu masih berlaku Work From Home. Siang hari sepertinya Nanta nonton
yutup undertale (I have no idea, kenapa dia suka undertale. Saya juga udh
pernah nemenin Nanta nonton undertale dan masih OK aja untuk ditonton
berdasarkan standar saya). Sepertinya apa yang dia tonton siang hari itu, menyimpan
sebuah pertanyaan di Nanta sehingga masih dia simpan untuk dia tanya saat dia
inget untuk tanyakan ke mamanya.
Saat makan malam sudah selesai, tapi Nanta masih duduk di
kursi makan dan bertanya sesuatu sambil nyeruput botol minumnya. "Ma,
apa itu gei?" .
Seketika tenggorokan jadi gatel dan merasa perlu untuk
membuat batuk kecil, menelan ludah dan kemudian bertanya lebih jelas lagi
dengan pertanyaannya.
Mama (M) : "Tulisannya gimana ? G U Y ?"
Nanta (N) : "I dont know mom, aku dengernya
gei"
M : "Kk dengernya dimana ?"
N : "Di Yutup Undertale"
M : "Kalimat yang kakak denger gimana ?"
N :” Dude, you sound
like gei’
Dalam hati, oh Tuhan ternyata Gei yang ditanya Nanta adalah
GAY bukan GUY.
M : “awalnya ada percakapan itu gimana ?”
N : “San lagi ngobrol sama temennya dan temennya ngomong
klo apa gitu terus dibalas sama San -dude you sound like gay-. Emang artinya
apa ma ?
M : “Temennya SAN itu cowo ?”
N : “Iya”
M : “Mama mau liat dong yutupnya”
-Saya menonton sama Nanta mulai pada detik dimana
mulai ada pembicaraan itu-
Pertanyaan-pertanyaan itu saya ajukan ke Nanta karena saya
harus mengumpulkan semua informasi yang saya perlukan sebagai bahan untuk
menjelaskan ke Nanta apa aja yang perlu Nanta tau tentang yang dia tanya itu.
Saat itu, Bapaknya udah ninggalin meja makan, karena klo ga salah HP nya bunyi
atau dia mau ngerokok di bawah pohon.
M : “ maksud hati temennya San itu adalah memuji SAN karena
SAN keliatan keren. Tapi buat SAN, dia ga biasa di puji kayak gitu. Jadi SAN
ngerasa aneh sambil bicara gitu. SAN merasa aneh dengan kalimat temennya,
karena emang ga biasa cowo memuji penampilan fisik cowo lainnya. Nah kakak tau
arti kalimat SAN itu klo diterjemahin ke
bahasa Indonesia ?”
N : “ Kamu terdengar seperti GAY, terus GAY itu apa ?”
M : “Gay itu artinya cowo yang mempunyai ketertarikan lebih
pada cowo”
N : “Maksudnya ?”
M : “Cowo yang suka sama cowo juga”
N : “Hah?!?!?”
Kebetulan papanya masuk lagi, mau belok ke kamar ngambil
sesuatu kayaknya waktu itu. Saya langsung ngomong “Papa, Nanta nanya Gay itu apa?”
Si Bapak berhenti melangkah, membalik badannya dan kemudian
duduk diundak-undakan...saya ikut duduk disampingnya. Menceritakan asal mula
kenapa Nanta tiba-tiba nanya apa itu Gay..
Kurang lebih begini kira-kira papanya menjelaskan atau
menjawab apa itu Gay.
Papa (P) : “Di luar sana, ada yang namanya cowo suka sama
cowo atau cewe suka sama cewe kak. Klo sama cowo disebutnya Gay, Klo sama cewe
disebut Lesbi. Its not normal, tapi itu ada”.
N : “kenapa bisa begitu?”
P : “Kita tidak akan pernah tahu kenapa ada manusia yang
bisa seperti itu. Mungkin pernah ada luka dengan jiwanya..mungkin ada
pengalaman yang dia alami sehingga dia terluka jiwanya. Kita ga akan pernah
tahu”.
M : “Seperti yang papa bilang tadi itu tidak normal. Kalau
kakak inget pelajaran IPA kakak tentang perkembangbiakan tumbuhan, pada bunga
ada yang namanya putik dan benang sari. Yang putik itu disebut alat kelamin apa
kak pada bunga ?”
N : “Betina”
M : “Klo di bunga, alat kelamin jantannya disebut apa ?”
N : “Benang sari”
M: “didalam putik ada yang namanya bakal biji, bakal biji
ini akan menjadi buah kak, bakal biji ini akan tumbuh menjadi bakal pohon. Di semesta
aja untuk bisa berkembang biak butuh betina dan jantan supaya bisa jadi buah,
supaya buahnya keluar biji yang matang supaya bisa jadi pohon lagi. Itu
normalnya alam semesta ini bekerja”
M : “Begitu juga dengan manusia kakak, manusia bisa berkembang
biak jika ada laki-laki dan perempuan. Lebih rumit lagi klo manusia kak,
intinya normalnya alam semesta bekerja itu tadi”.
P : “Karena yang ga normal ini ada, bukan berarti kakak
kemudian jadi memusuhi mereka. Biasa aja, selama mereka ga ganggu kakak,
bersikap biasa aja.”
Nanta lebih banyak menyimaknya. Entah dia menyimpan dalam
memorinya atau tidak.
Informasi begitu mudah sampai ke anak-anak, terkadang tidak
meminta pun informasi tersedia begitu saja. Seperti asal mula pembicaraan
tentang gay ini terjadi. Jamannya udah begini, kita harus berputar bersamanya.
Yang pasti sebisa mungkin kami bisa memberikan jawaban kepada
anak-anak kami khususnya, menurut pemahaman dan prinsip kami. Kami berusaha
memberikan pengertian, pemahaman dan bekal. Entah bagaimana mereka nanti
bersikap adalah keputusan sepenuhnya ada pada dirinya masing-masing, apalagi
ketika mereka kemudian menjadi manusia yang dewasa.
Tuhan selalu menjaga, melindungi dan mengasihi anak-anakku
(Nanta dan Dhita).
Kamis, 02 Juli 2020
Noni' mulai Sekolah
Selasa, 30 Juni 2020
Kok Mama Bisa Tau - Part 2-
Lanjutannya lagi ya ! terakhir
dipostingan sampai Saya menjelaskan ke Ananta kalau pertanyaan tidak bisa
dijawab sembarangan.
Kenapa ga bisa dijawab
sembarangan ? Coba posisikan dirimu sebagai penanya itu, kira-kira kenapa bisa
muncul pertanyaan itu di kamu ?
Ketika saya kemudian mencerna
pertanyaan Ananta tersebut, dalam pikiran saya -yang memposisikan diri sebagai
Ananta- adalah “Aku tu agamanya Hindu karena ada yang kasih tau ke mama kalau
nanti aku lahir kasih tau ke aku yang baru lahir itu kalau agamanya nanti
adalah Hindu”.
Ketika saya memposisikan diri
saya sebagai keke dan mendengar pertanyaan anak saya, sepertinya saya menangkap
sebuah pemikiran bahwa Saya yang ngelabelin anak saya ini. Dulu jaman kuliah, ketika
ngumpul sama temen-temen kampus ada aja obrolannya, salah satunya tentang ini
“Ah lo itu menganut agama karena bapak ibu lo”. Saat denger temen saya itu,
pikiran saya menyanggahnya, secara Bapak Ibu ku berbeda agama. Ibu orang
Saparua Maluku besar di Jakarta agama Kristen Protestan, Bapak kelahiran
Karangasem Bali agama Hindu. Dan saya memilih menjadi orang Bali.
Saya mencoba menjawab Ananta
berdasarkan pengalaman selama saya hidup. Saya ga bisa menyampaikan tentang
pengalaman keagamaan saya, karena ya itu tadi saya besar dalam sebuah keluarga
yang pluralis dengan kompleksitas yang sangat tinggi, mungkin kapan-kapan akan
saya tulis tentang bagaimana saya tumbuh dan berkembang.
Seperti dalam postingan
sebelumnya, ga mungkin kan saya menjelaskan tentang agama yang dianut karena
kelahirannya, karena hal itu sama dengan saya serta merta secara langsung
melabeli anak-anak saya. Tapi memang semenjak lahir, itu yang saya kenali ke
anak-anak saya.
Dikepala tu, saya mulai menyusun
apa saja yang harus saya jelaskan ke Ananta. Kuncinya : “Sense Of Belonging”.
Penjelasan saya dimulai dengan
“Karena Ananta dan Nandhita lahir sebagai orang Bali. Ada budaya, ada adat dan
ada nilai-nilai luhur yang sudah ada sejak dari dulu kala yang berjalan di
Nusantara (BTW, saya sudah biasa menjelaskan ke anak-anak soal Nusantara adalah
nama Indonesia pada jaman dahulu kala). Tapi bukan karena KK lahir sebagai
orang Bali kemudian KK menjadi Hindu, bukan karena itu. Hindu itu datangnya
dari luar Nusantara kak, sama seperti Islam, Kristen dan Budha.
Hindu di Bali ga sama dengan
Hindu di tempat asalnya India. Di Bali, dari mulai seorang Ibu mengandung
sampai dengan manusia mati, ada nilai budaya nusantara dan agama yang
dipadukan. Apa yang sudah ada di nusantara tidak bisa ditinggalkan gitu aja
kak. Ga ada negara yang maju dengan meninggalkan budayanya. Karena itu lah ciri
khas negara itu, yang disesuaikan dengan alam semesta raya dimana negara itu
ada, yang membuat negara itu tidak sama dengan negara lainnya. Budaya itu hasil
buah pikiran para leluhur kita yang berusaha hidup bersama alam raya. Budaya itu
adalah yang memberikan wujud di kita.
Sama aja kayak gimana sih orang
tau nanta itu yang mana ? oohhh...yang rambutnya lurus, yang kulitnya hitam,
yang kalau pakai baju selebor, yang selalu ketinggalan barangnya, yang rumahnya
di bukitsari.
Terus masuklah nilai-nilai agama
ke nusantara, yang masuk duluan itu Agama Hindu lalu Budha, yang mana keduanya
menyesuaikan dengan budaya yang sudah ada di Nusantara maka jadi lah agama
Hindu Siwa, Siwa-Budha, terbentuk budaya baru, hasil buah pikir leluhur juga
menyatukan nilai budaya dengan agama. Bisa keliatan contohnya seperti candi
borobudur, dan klo di Bali itu tempat sembahyang ada yang punya ruang 3, inget
ga tempat sembahyang di rumah wayah di Parikesit ? yang deket pintu masuk
ketempat sembahyangnya...itu menyimbolkan Brahma, Wisnu, Siwa. Semua yang ada
di nusantara itu, di negara asal Hindu atau Budha ga ada itu semua kak, dan
semua yang di nusantara bisa menerima perpaduan budaya dan agama itu. Karena
itulah yang menjadikan Nusantara, itulah kita. Dijaga baik-baik apa yang sudah
kita punya.
Ga ada yang kasih tau mama kalau mama itu Hindu, atau kristen, atau islam. Mama yang memilih. Mungkin begitu juga dengan papa. Tau dulu siapa dan darimana kita, mama misalnya Ooo mama orang Bali, ooo di Bali itu begini, begitu...di Bali kita menghormati leluhur makanya ada yang namanya pura kawitan, tiap tanggal tertentu kita sembahyang, yang di Bali sembahyang ke kawitan, yang diluar Bali kayak kita gini sembahyang untuk leluhur kita dari tempat sembahyangnya kita.
Kamis, 04 Juni 2020
Darimana Mama Tau ?
Rabu, 22 April 2020
Bukan Fans nya Justin Bieber, Tapi kali ini Ada yang Beda
Selasa, 14 April 2020
The Kite Runner
Guna menjemput keponakannya, amir harus bertemu dengan pimpinan wilayah itu di sebuah stadion dan menyaksikan hukuman yg diterapkan selama Taliban berkuasa di Afganistan. Amir bertemu dengan assef, sseorang yang dikenalnya ketika masih tinggal di Afganistan tahun 1978. Assef menjadi bagian dari Taliban dan keponakannya ada di tangan assef untuk menjadi seorang penari yang didandani seperti seorang wanita.
Amir mengetahui bahwa Assef telah melaukan pelecehan terhadap keponakannya selama ia berada di penahanan assef. Sebagaimana yang pernah assef lakukan terhadap ayahnya Sobhar.
Siksaan yang harus amir dapatkan untuk mengambil sobhar ia jalani...dari sisi assef, itu adalah hukum yg harus diterima amir karena berkhianat pada negara dan bergabung dengan kafir.
Film ini berdurasi kurang lebih 2 jam namun menyentuh hati saya hingga sekarang. Kalimat dari ayah Amir yang saya ingat sampai sekarang dan saya tafsirkan sendiri "tidak ada tindakan yg lebih buruk dari mencuri. Bahkan membunuh adalah sebuah pencurian pencurian terbesar, karena kamu tidak hanya mengambil nyawa yg kau bunuh, tapi kehidupan dari orang2 yang ditinggalkan.."
Dari Hasan saya belajar tentang kesetiaan dan harga diri.
Postingan kali ini tersimpan dikepala cukup lama, setelah saya dengan iseng komentarin status WA seorang temen yg lagi tergila2 nonton drama korea akibat pemberlakuan Work From Home ini....
Jumat, 10 April 2020
Ngobrol Sama Anak Lanang
Senin, 13 Januari 2020
Special Treatment
Lanjutan Pertama Menghitung Berkat #1
Previously : Saat dia berdiri, batin saya "astaga kok jeansnya robek semua gini, apakata bokap pas liat beginian?!! Emang dia suka nai...
-
Siapa yang suka Justin Bieber ? Saya ga pernah menyukai Justin Bieber - sekarang populer dengan Huruf Inisial namanya JB -. Waktu dia ma...
-
Pembicaraan tadi malam dengan Anak lanang. Mama (M) : Kakak, Pak Eko datang ke sekolah ga ? (Pak eko adalah guru agama Hindu di Kota Sema...
-
"Saya kan Udah Tua...biar yang muda-muda aja yang ngerjain" Ini adalah kalimat yang sering banget gw denger semenjak gw pinda...
