Minggu, 30 Oktober 2016

Bicara tentang Manusia dan Tuhan


Buka halaman media sosial pagi ini, masih sangat membosankan. mungkin karena kampanye di Jakarta. jadi sentimen agama selalu muncul di halaman depan. Boring !

Namun kemudian, muncul berita yang menginformasikan fenomena alam tahunan yang terjadi di Australia, di Chrismast Island tepatnya. Migrasi Kepiting Merah dari hutan menuju ke pantai, untuk berkembang biak (bertelur).

Yang membuat menarik adalah pemerintah turut tangan dalam fenomena alam tersebut, masyarakat pun turut menyukseskan migrasi besar-besaran dalam puluhan hingga ratusan juta kepiting merah ini. Membutuhkan waktu 5 hari bagi Kepiting Merah untuk bermigrasi dari hutan menuju pantai sejauh 8 km. 

Selama masa migrasi tersebut kelompok konservasi telah menemukan cara untuk melindungi kepiting merah tersebut. Blok jalan disiapkan, jembatan, terowongan secara khusus memang telah dipersiapkan bagi kepiting merah untuk melakukan migrasi. 

Kemudian bertanya saya dalam hati, Apakah agama yang diakui oleh negara dimana migrasi puluhan juta kepiting merah mendapatkan perhatian sekali ? Mungkin lebih damai di sana...karena dalam setiap langkah adalah atas nama Tuhan yang ditunjukan dalam tindakan nyata, melindungi setiap mahluk Tuhan.

Karena bagi saya yang hidup di negara Indonesia. Bicara tentang Tuhan, maka bicara tentang Agama. terkadang ketika sudah bicara tentang Agama, maka nilai-nilai Ketuhanan kemudian seakan menjadi kabur. Karena katanya, Tuhan ku dengan Tuhan Mu berbeda, karena Tuhan ku Bukan Agama mu, dan Agama ku bukan Tuhan mu...

Perbedaan itulah kemudian menjadi sebuah legitimasi untuk menilai orang, bukan dari perbuatan baiknya, namun dari kesamaan Tuhan dan Agama.

Saya pribadi meyakini TAT WAM ASIH,,,

#Indonesia #religi #agama #humanity #compassion #welasasih #tatwamasih





Senin, 03 Oktober 2016

Pakai otaknya dong ...

2 hari lalu, anak lanang kehabisan UHT nya untuk disiramkan ke keping serealnya. Lalu saya menjanjikan sore akan mengajaknya ke swalayan kecil dekat rumah.


Sepulang kantor pukul 16.00, anak lanang masih tidur, jadi ga bisa langsung ajak dia untuk ke belanja jajan mingguannya. Pukul 18.00 anak lanang bangun dan langsung demand jatah nonton TV nya. Jadi beli jajan sore hari tertunda. Pukul 17.30 Mas Bojo pulang dan langsung ku ajak untuk menemani anak-anak membeli jajan. 

Saya : "Ayo 'nang kita beli UHT nya..."
Anak Lanang :"aku titip aja ya.."
Saya:"Loh, yg butuh jajan kan kamu, kok malah nitip. Mama kan ga mau belanja"
Anak Lanang :"iya, tapi aku masih mau nonton, mama inget aja pesanan aku apa aja" lalu dia menyebutkan semua barang yang harus aku inget.

Saya:"mudah2an mama inget ya, soalnya banyak banget pesanannya" Dalam hati enak banget ni bocah...

Lalu kami pamit (Saya, Mas bojo dan ade wedok)...

Anak lanang :"Diinget-inget loh ma pesananku'
Saya:"iya, mudah2an ga ada yg kelupaan"
Anak Lanang:"Ya mama pakai otak dong makanya, jd inget semuanya pesanan aku"
Saya dalam hati "apaaaaaaah!!!!!"

Saya shock..kaget....saya memang pernah bicara sama anak lanang agar pakai otak semuanya....tapi klo anak yg ngomong ke Emaknya kok berasa sakit banget ya...

Satu bahan koreksi lagi buat saya sebagai orangtua...agar mengeluarkan kata-kata lebih terfilter....
Sepanjang jalan ke swalayan kecil itu, saya mbatin....duh gusti..anak lanang ku...ya dudu salah'e...Saya yang salah...kan saya orangtuanya...kurang sabar dalam menjelaskan sesuatu kepada anak....

#anaklanang #benangmerah #mymind #goodparents #belajardarianak

Lanjutan Pertama Menghitung Berkat #1

Previously :  Saat dia berdiri, batin saya "astaga kok jeansnya robek semua gini, apakata bokap pas liat beginian?!! Emang dia suka nai...