Buka halaman media sosial pagi ini, masih sangat membosankan. mungkin karena kampanye di Jakarta. jadi sentimen agama selalu muncul di halaman depan. Boring !
Namun kemudian, muncul berita yang menginformasikan fenomena alam tahunan yang terjadi di Australia, di Chrismast Island tepatnya. Migrasi Kepiting Merah dari hutan menuju ke pantai, untuk berkembang biak (bertelur).
Yang membuat menarik adalah pemerintah turut tangan dalam fenomena alam tersebut, masyarakat pun turut menyukseskan migrasi besar-besaran dalam puluhan hingga ratusan juta kepiting merah ini. Membutuhkan waktu 5 hari bagi Kepiting Merah untuk bermigrasi dari hutan menuju pantai sejauh 8 km.
Selama masa migrasi tersebut kelompok konservasi telah menemukan cara untuk melindungi kepiting merah tersebut. Blok jalan disiapkan, jembatan, terowongan secara khusus memang telah dipersiapkan bagi kepiting merah untuk melakukan migrasi.
Kemudian bertanya saya dalam hati, Apakah agama yang diakui oleh negara dimana migrasi puluhan juta kepiting merah mendapatkan perhatian sekali ? Mungkin lebih damai di sana...karena dalam setiap langkah adalah atas nama Tuhan yang ditunjukan dalam tindakan nyata, melindungi setiap mahluk Tuhan.
Karena bagi saya yang hidup di negara Indonesia. Bicara tentang Tuhan, maka bicara tentang Agama. terkadang ketika sudah bicara tentang Agama, maka nilai-nilai Ketuhanan kemudian seakan menjadi kabur. Karena katanya, Tuhan ku dengan Tuhan Mu berbeda, karena Tuhan ku Bukan Agama mu, dan Agama ku bukan Tuhan mu...
Perbedaan itulah kemudian menjadi sebuah legitimasi untuk menilai orang, bukan dari perbuatan baiknya, namun dari kesamaan Tuhan dan Agama.
Saya pribadi meyakini TAT WAM ASIH,,,
#Indonesia #religi #agama #humanity #compassion #welasasih #tatwamasih




