Rabu, 01 November 2017

Patutnya dibayar berapa ?

Buat Ibu bekerja apalagi perantauan macam kami, punya ART adalah sebuah keharusan. Mesti kudu ada. Drama ART dengan Ibu Bekerja adalah Drama yang jarang berakhir dengan Happy ending. Keluarga yang merantau, dan keduanya (Ibu Bapak) bekerja, kemudian menyerahkan pengasuhan anaknya kepada orang asing adalah NEKAT. Parameter ART tersebut baik, buat kami adalah ketika anak-anak bisa merasa nyaman dan menceritakan hari-hari mereka ketika Bapak Ibu ga ada di rumah.

Jangan tanya pengalaman kami sebagai keluarga dengan kategori Ibu Bapak Bekerja dan Perantauan dengan Drama ART. Sebagai keluarga yang bener-bener mengandalkan ART, kami berusaha sebaik mungkin untuk membuat ART nyaman dan menjadi bagian dari keluarga. Mulai dari kebutuhan bulanan sesuai dengan permintaan, kamar ART yang nyaman dan terakhir adalah Gaji.

Soal gaji ART, berapa sih Patutnya kita memberikan Gaji buat ART yang udah bantuin masak, nyuci, nyapu, nyetrika dan yang paling berat jagain anak-anak selama Bapak Ibunya bekerja?. Ga ada standar gaji tertulis untuk ART, kalau bisa dimasukan dalam kategori Buruh, minimal UMK Kota Semarang Tahun 2017 adalah Rp. 2.125.000,-. Kalau mau fair sih, harusnya standar gaji ART yang harus kami berikan pada ART kami adalah mengacu pada standar UMK tersebut. BESAR banget ya!!!!..

Kadang saya sendiri merasa memberikan gaji sesuai UMK masih belum cukup, karena ART yang biasa membantu kami harus bekerja jauh dari anak-anaknya, Hari kerjanya Seminggu 7 Hari, walaupun ga sampai 24 jam. 

Walaaah....kan kalau siang dia udah bisa leyeh-leyeh....Boooooo..sebelumnya pernah ga ngejalanin hari-hari normal ngerjain pekerjaan rumah tangga plus jagain anak ? Kalau ga pernah ngelakuin jangan kasih komen "Walaaah....kan kalau siang dia udh leyeh2". Karena gw ngerjain sendiri ajah kepayahan, Masak buat orang rumah, nyapu yang bisa berkali-kali dilakukan karena punya Balita yang hobi banget mondar mandir bawa makanan ke sana kemari, pabalatakin barang dimana-mana, ngepel bisa berkali-kali karena ada anak balita yang kalau mau ambil minum maunya sendiri bawa ke sana kemari tumpah sepanjang jalan, terus kalau cuci tangan di wastafel malah jadi nyipratin kemana-mana, pas anak tidur siang, mencoba untuk menjemur baju yang dari tadi pagi udah dimasukin ke mesin cuci, terus pas siang si kakak pulang sekolah dan langsung double chaos di rumah. Rumah beres, jemuran kering, anak-anak bangun tidur siang, mandi dan main lagi. Ya gambar lah, gunting-gunting lah, pindahin bantal2 di kamar dijadiin benteng lah....berantakan lagi deh rumah. Makan malam, main atau nonton dan baru deh pada tidur jam 9 malam (at least). Belum nyetrika booooo!!!! Haiyaaaah!

Soooooo...jangan pernah punya pikiran bahwa pekerjaan ART itu enteng, saking entengnya terus kamu merasa bahwa menggaji ART kamu di bawah UMK udah paling bagus banget. Kalau ada ART yang udah di gaji sesuai UMK dan jam kerjanya jelas, tapi kerjanya ga bener, jangan pasrah aja. karena kita mau menitipkan anak-anak kita kepada mereka yang notabenenya orang asing. Keselamatan dan kenyamanan anak adalah Nomor 1.


Rabu, 18 Oktober 2017

Gw sih ...

Gw sih ga mempermasalahkan pidatonya ya. Gw mempermasalahkan pemikiran gw dan pertanyaan batin gw ketika tahun 2016 gw mempertanyakan kebijakan Presiden Jokowi mencopot anies dari jabatannya.

Terus terang, saat pilpres kemarin gw termasuk orang yang ga milih Jokowi. Dengan alasan Jokowi itu belum cukup nunjukin prestasinya di lingkup Ibu Kota Jakarta. Jdilah saya milih Prabowo sebagai Presiden saya. Ketika Jokowi yang menang, Gw cuma membatin, mudah2an menteri2 yang dipilih adalah menteri yang mempunyai capability di bidangnya. Anies adalah salah satu menteri yang pada saat itu, dalam pemikiran saya orang yang mempunyai capability yang tepat sebagai menteri yang strategis, yaitu Menteri Pendidikan. Lalu kemudian Anies di copot dari Jabatannya, membuat berbagai pertanyaan "Kenapa" "Kok bisa?" "Takut kalah populer".

Dan kemudian saat mendengarkan penjelasan Anies atas isi pidatonya yang menjadi gunjang-ganjing lagi dunia pertemanan maya. Rekaman interview Belanda deket di Jakarta membuat saya kemudian mempertanyakan diri saya sendiri. Kenapa ke, lo dulu mikirnya Klo Pak Jokowi takut kalah populer dengan Anies, kenapa ke, kok lo dulu mikirnya wuah Anies itu saingan terbesarnya ahok dari segi capability. Kenapaaaaah keke!!!!.

Anak-anakku... kalau kalian belajar, belajar yang benar ya. Serius, pahami, kalau belum paham tanya, baca buku, pahami isi buku tersebut, telusuri datanya. Jangan sembarangan ngomong, harus paham bahwa tidak tahu itu bukan berarti kamu bodoh, tapi kamu jadi tahu kalau banyak hal yang ga kamu tahu. Orang yang sadar kalau selama ini dia tidak tahu apa-apa dan berusaha mencari tahu akan menjadi orang yang lebih bijaksana lagi. Orang yang ga tahu kalau sesungguhnya dia ga tahu apa-apa akan menjadi celaka buat dirinya sendiri.

Ambisi hanya akan menggelapkan pikiran, membutakan hati, membisukan perkataan. Semua wisdom akan hilang. 


Senin, 16 Oktober 2017

Anak Lanang

Kurang lebih 14 hari setelah selesai ujian Mid Semester.

Mama : Kak, hasil Midnya udah dibagiin belom ?
Kakak : Udah ma....aku ada yang dapat /#^@& loh ma..2 lagi.
Mama : O ya?? Mana coba mama liat.

Kakak berjalan menuju tasnya, membuka tas dan mengambil map plastik mika yang kosong, terus bilang 

Kakak : O iyaaaaa.....hasil mid aku ketinggalan di mobil jemputan, tadi temenku dijemputan lihat hasil ujiannya aku. Terus aku lupa masukin lagi.

Mama : ya ampun Nang, kok iso...
Kakak : Maaf ya ma, besok aku inget deh.

Antusias nya mama buat lihat hasil Midtest langsung buyar. 

Selasa, 10 Oktober 2017

I Told My Parents, What I've Got In My Mind

September Mama dan Papa datang ke Semarang, It was a Bless !!!. Momen ketemu Mama dan Papa saya manfaatkan sebaik mungkin, karena senyaman-nyamannya fasilitas yang kita berikan untuk orangtua, ga mudah buat orangtua berlama-lama dirumah yang bukan rumah mereka sendiri. 

Dalam waktu yang cukup singkat itu, I told My parents what I've Got in my mind. What if I decide to quit My Job and being a fulltime mom. Respon mama cuma "O iya ada tu anak temen mama, udah jadi kabid loh dia resign, karena mau  ngurusin anak katanya" Klo Papa responnya "Suami kamu sudah kamu ajak bicara belum, dengerin aja apa pendapat suami".

Ga mudah untuk menyampaikan keinginan saya untuk berhenti jadi PNS dan ingin memutuskan untuk jadi Ibu Rumah Tangga kepada orangtua saya. Sebagai anak, semua pencapaian dalam hidup saya dedikasikan untuk orangtua saya, sebagai bentuk bakti saya sama orangtua. I maybe not the brightes child in the family, yet so far I can make all my goals come true. I owe a lot to my parents who make me what I am right now dan saya ga mau orangtua saya kecewa. Jadi saya menyampaikan keinginan saya, untuk mengetahui apakah orangtua saya akan kecewa dengan keputusan saya tersebut. 

Mama dan Papa ga meminta saya untuk memikirkan baik-baik (bagi saya, kalau seandainya mama dan papa meminta demikian. Saya akan set back lagi). Mengutarakan keinginan pada mama dan papa adalah salah satu tahapan yang ada dalam list saya untuk menguatkan hati dan keyakinan. 







Selasa, 26 September 2017

So I am In A Very Deep Tought....

Working on something that is your passion is a privilege. Working in that kind of way, is not just about how much money you will get, but it's about how much will you give the best part of your self to it.
 
Making people work on something that they don't have any passion for it, is just like killing a person personality. Rumors spread, distract my mind...and making me drag my self to my own cave. Damn! 

Selasa, 15 Agustus 2017

C a n t i k

Beberapa waktu lalu saya posting di IG @kaniapramana tentang pembicaraan kami (saya dan anak lanang) yang menanyakan temen TK nya dulu yang bernama alika. Awalnya tujuan saya menanyakan alika hanyalah pengen tahu dia ngeh ga sih siapa aja temen-temen dia yang baru di kelas 2 ini. Setelah saya menyebut nama Alika, respon anak lanang ga cuma dia tau klo sekarang dia sekelas dengan Alika, tapi dia bilang Alika cantik.

Ga biasa buat saya mendengar anak lanang menyebut cantik ke orang lain kecuali ke mamanya, sama ke bunga , sama ke lukisan bunga (ya anak lanang saya suka sekali dengan bunga). Saya menyebutkan nama-nama temen cewe anak lanang dan bilang kalau temen-temen cewenya cantik semua. Lalu anak lanang mendefiniskan sendiri arti cantik bagi dia.

Alika cantik karena alika baik banget ma, ga pernah marah-marah, kalau bicara lemah lembut sama temen. Yang lain temen-temenku juga cantik, tapi ada yang suka marah-marah. Alika itu sabar, baik sama temen-temen ga pernah marah.

Definisi cantik menurut anak lanang membuat saya berpikir terus menerus, anak lanang bisa mempunyai definisi cantik yang genuine, ga lihat fisik (wlwpun sebenernya alika memang cantik sekali). 

Jiwa yang murni melihat kecantikan sebagai attitude yang keluar dari sikap seseorang, tampilan fisik bahkan tak disebutkan diawal penilaian. 

Lalu saya sampaikan pada anak lanang, KK punya adik kan juga perempuan, supaya adik jadi cantik kita contohkan ke adik untuk lemah lembut, ga marah-marah, perhatian sama orang. 

Kecantikan mama juga mulai menurun, karena mama sekarang sering marah-marah (tone datar)....Mak Gelontang !!!! Kecantikanku menurun!!!!! huhuhuhuhuh...aku ga baik menurut anak lanang. Mama macam apa aku!!!! 


Minggu, 06 Agustus 2017

Rasa....

Tadi malam sebelum tidur anak-anak minta dibacain buku. Maka dibacakan lah komik Larva yang mengisahkan tentang perjalanan mereka di dalam tubuh manusia.

Mama : Mulut....sebagai organ ...bla..bla..bla...ada gigi, ada lidah. nah lidah itu berfungsi untuk mengecap. Setiap bagian dari lidah itu bisa merasakan 4 jenis rasa. Manis, asam, asin, dan pahit. Nah..pedas itu bukan termasuk rasa kak, itu adalah rasa nyeri di lidah karena makanan yang masuk ke mulut menimbulkan sensasi pedas. 

Mama : JAdi tadi ada rasa apa aja kak ? 

Nanta : Rasa manis, asin....tapi ma klo rasa apa tu ma...rasa..

Mama : Apa kakak....rasa apa...Rasa sayangku pada mu ?

Nanta : cie..cie..mama jatuh cinta sama aku...

Mama : gubrak..ngakak sejadi-jadinya....mau ngegombalin dia malah di cie..cie..in

*I am Happy*

Kamis, 03 Agustus 2017

Abang Gojek Bingung Di Bukitsari

Kalau pas ada rejeki lebih, paling seneng bawa anak-anak ke Indomart Bukitsari. Ga beli macam-macam cuma eskrim coklat dan isi kacang ijo, dan susu kedelai dan jelly. Meluncurlah kami (saya dan noni') ke Indomart numpak motor. 

Noni' bernyanyi sepanjang jalan dimotor, bikin hati geli dan bahagia banget rasanya (anak ini bawel banget, cuma ke indomart aja bahagia banget ngoceh ga habis-habis). Sampai diparkiran, masih juga ngoceh dan kemudian dia diam. Abang gojek yang keliatannya lagi bingung nyari alamat menghampiri kami. 

Gojek : Maaf bu, tau jalan Bukit Ma*mur ? 
Saya : Bukit Ma*mur ya ? Kok saya ga pernah tau ada jalan bukit itu. Ada di peta nya ga pak ?
G: saya juga ga bisa nemu di peta nya bu (lalu dia nyerahin HP nya)
Saya : sudah tanya satpam Pak ?
G : sudah bu, katanya dari bukit raya, saya sudah turun sampai mau ke tol. Tapi ga ketemu jalan yg dituju. Tanya satpam tadi dia juga ga tau. 
Saya : Kalau bener di Bukitsari, ga mungkin sampe bukitsari tol mas, klo lurus daerah sama namanya bukit2 gunung, klo belok kanan bukit agung, nama jalannya alfabet mas. telp lagi aja mas pelanggannya, minta ancer-ancer

Lalu mukanya pias, kayak takut.

Noni' masuk dan mulai bersuara lagi, mengambil apa yang dia mau. dan langsung menuju kasir. Di belakang kami pintu indomart terbuka, dan si abang ojek lg on phone dgn costumer di loudspeaker. langsung menuju kasir dan minta tolong sama kasir untuk mau bicara dgn org yang ada ditelp karena dia ga tau daerah bukitsari. 

G: tolong mba, saya dibantu
Kasir : diam..ga berani ngambil HP yg disodorkan ke dia.
G : nengok ke belakang lihat saya "tolong saya bu"
Saya : Halo..
Pelanggan : Halo...kamu itu di indomart kan mba...indomart bukit raya to mba...itu gojek ga ngerti dikasih tau...eh haloooo...kamu iya kan di indomart bukit raya kan...
Saya : Iya bu, 
Pelanggan : itu kan di sana ada satpam, suruh dia tanya satpam, masa dia bilang satpam ga tau. satpam itu tau bilang aja rumah bapak Guna*an. pasti lgs diantar ke rumah saya itu.
Saya : Pos satpam utama atau yang di dekat tol bu ?
Pelanggan : kamu itu di bukit raya kan ? itu kan ada pos satpam dekat sana

Duh gusti...bukit raya cuma 1 pos satpamnya, bukit mulia ada juga. ini ibu ngejelasin pos satpam aja ga bisa.

Saya : Pos satpamnya perempatan belok kiri bu ?

pelanggan : lha iya itu...nanti tanya aja...semua tau alamat saya, Bapak Guna*an gitu mba

Saya : ngih bu..

lalu memberikan instruksi pada abang gojek. berharap bener-bener pak satpam di bukit mulia itu tau dimana rumah bapak Guna*an.

Gojek : makasih ya bu.

merenung 

saya kalau berada diposisi gojek itu, mengingat watak saya, lgs saya cancel aja deh orderan itu. karena alamat ga mncl di google map, di telp kasih ancer2 ga jelas ga semua tau bukitsari kalee, di telp jutek...

nah nak...life is never been easy..ingat itu...








Rabu, 02 Agustus 2017

Goal dan Golongan darah O

Menurut artikel yang pernah dulu saya share tentang golongan darah, Manusia dengan golongan darah O harus punya Goal dalam hidupnya. sehingga mereka lebih terarah untuk sebuah pencapaian.

Saya golongan darah O, dan ketika saya menjadi pegawai negeri, saya tidak tahu goal apa yang akan saya ciptakan next dalam pekerjaan saya. Ga heran kalau saya merasa kehilangan arah, tapi untung tak dapat di raih malang tak dapat ditolak, semua harus tetap dijalani. 

8 tahun sudah jadi PNS, what is next keke ? talent schouting kamu lewatin, beasiswa kamu ga seriusin padahal udh lulus TPA dan Toefl. Kalau ditanya kaitannya dengan pekerjaan, to be honest I dont know what is my goal. mind blinded! 

Bagi saya yang selalu membuat sebuah target (goal) dalam hidup saya, tidak mengetahui goal macam apa yang akan saya capai selanjutnya adalah sesuatu yang membuat linglung, hidup tapi ga hidup. Hidup bagi saya adalah kemampuan untuk berkembang sesuai dengan passion. Passion bagi saya adalah goal / target yang saya ciptakan, dan saya tahu bagaimana cara mewujudkan goal / target tersebut.



Jumat, 28 Juli 2017

"Mama, doraemon bilang masa depan itu ditentukan oleh diri sendiri"

Apa sih kewajiban orangtua kepada anak-anaknya ?

Memberikan semua fasilitas yang anak-anaknya butuhkan untuk bisa menjadi orang sukses ?

Fasilitas apa sih yang harus disediain dan dibutuhkan anak-anaknya untuk bisa menjadi orang sukses?

Mobil ? rumah di lingkungan realestate ? Gadget Terbaru ? Uang jajan yang banyak ? Sekolah bergengsi ? Liburan sekolah yang berkesan ?

Lalu kemudian teringat dengan omongan seorang sahabat yang super perkasa !

"ibuk ku ya mba..dulu bilang ke aku - nek kowe ora gelem sekolah, yo kebeneran, duit ku ra kepake buat bayar sekolah mu sing larang, ora buat tuku sepatu tas karo buku, kowe susah yo luweh-"

"modyar ra aku mba ke, digituin ibuku, ibuku yo sante ae ngomong gt"

saat itu aku ngebatin "gile ibu nya, itu baru soal sekolah, gimana mo minta gadget, uang jajan dan liburan..."

itu kan kewajiban orangtua kan ya sekolahin anaknya ? 

Hahahah...Kata siapa ?!? kewajiban orangtua nyekolahin anak?! kalau anaknya ga mau sekolah  ? Terus gimana dong?

Dian sastro aja dibilang begini""Saat ayah saya meninggal dunia, ibu saya berujar: kamu bukan anak orang kaya. Ibu tak bisa menyekolahkan kalau kamu tidak outstanding," ujarnya. 

Ga percaya ? baca aja ini linknya Dian sastro. Apa ga secara tidak langsung si Ibu bilang "dont waste my money okeh darling"

Hidup itu keras, bahkan untuk seukuran dian sastro ketika dia belum jadi siapa-siapa.

Sementara ini, buat saya pribadi sebagai orangtua.... 

Kaitannya dengan sekolah. TK-SD adalah prerogatif kami untuk menyekolahkan anak kami di sekolah yang mampu kami biayai. tapi untuk sekolah lanjutannya, sekolah mana yang akan anak kami masuki adalah bergantung pada prestasinya. Kalau kamu memang berprestasi sekolah bagus apapun yang nerima kamu nak, soal biaya adalah tanggung jawab kami"

Kaitannya dengan fasilitas kendaraan. Hahaha....ga usah mimpi ya kalian anak2ku mengendarai mobil atau motor kalau kalian belom pegang SIM, wlwpun sdh kepegang itu SIM, Mobil bukanlah sesuatu yang akan kami belikan secara khusus untuk kalian. Kalau sekolah bagus yg nerima kalian letaknya jauh dari rumah, pake mobil jemputan adalah fasilitas terbaik yang bisa kalian dapatkan jika mama terpaksa masih harus bekerja kantoran dan ga bisa antar jemput kalian.

Kaitannya dengan fasilitas gadget.....kita bertiga sudah tau kan bagaimana papa kalian soal gadget. Kalau untuk mendukung kalian belajar, ga perlu apple kan klo masih bisa pake asus...

Kaitannya dengan liburan yang menyenangkan .... Ke luar negeri, atau dalam negeri, naik pesawat atau kereta...selama kami ada kami berikan. asal kita seneng-seneng sama-sama.

Kaitannya dengan mencarikan pekerjaan yang bonafide....Hello nak....coba banyakin baca buku ya...jangan mantengin tipi sama PS, sm ngenet terus... 


Nah, balik lagi ke pertanyaan, kewajiban orangtua itu apa ? 

Buat saya sih saat ini jawabannya adalah "mempersiapkan dia jadi anak mandiri dan bertanggung jawab"

Membuat seseorang jadi mandiri dan bertanggung jawab ga ditentukan dengan fasilitas yang bisa diberikan orangtua kepada anaknya.

Lah terus kalau ada anak yang udah disekolahin sama orangtuanya sampai lulus kuliah, udah di kasih fasilitas yang terbaik yang bisa orangtuanya berikan sesuai kemampuan orangtuanya...mengutuki orangtuanya (ketok meja 3 kali...) karena ga bisa memberikan fasilitas apa yang harusnya dia peroleh....biar sama kayak temen-temennya..

Hmmm....mungkin dia kurang bersyukur...melihat selalu ke atas, ga pernah ke bawah, hati-hati loh....kalau jalan ngeliat atas terus, ada lubang di bawah ga keliatan, bisa jatuh terperosok nanti...

Sampailah saya di tempat les gambar anak lanang, menjemput dia yang udah nunggu. kami numpak motor malam-malam...di jalan anak lanang ngomong "Mama, doraemon bilang masa depan itu ditentukan oleh diri sendiri"

Iya nang, cuma kamu yang bisa menentukan masa depan diri kamu sendiri. Kamu mau jadi orang sukses, bukan karena mama dan papa bisa kasih kamu sukses, tapi karena kamu sendiri. 








Kamis, 06 Juli 2017

Keputusan Untuk Masukin Anak Ke Sekolah

Bulan Juni-Juli adalah bulan Galau buat orangtua yang mau masukin anaknya pertama kali ke sekolah, entah itu kelas bermain, TK atau bahkan SD. Ya ga tau apakah semua orangtua yang baru pertama kali masukin anaknya sekolah juga ngerasain galau, tapi saya termasuk orangtua yang juga pernah mengalami kegalauan tersebut.

Namanya orangtua baru ya...klo sama anak pertama pastilah semuanya serba baru. Baru pertama kali hamil, baru pertama kali melahirkan, baru pertama kali liat bayi pup, baru pertama kali liat bayi bisa nungging dan baru pertama kali lainnya yang akan hadir terus buat orangtua kepada anak pertamanya.

Dan kemudian hadirlah pertanyaan dari kami ketika anak lanang berusia 14 bulan. Dia sudah bisa bermain, sudah bisa berlari, sudah bisa disiplin, sudah bisa bicara dan lainnya. Dia perlu temen ga ya ? Siapa tapi temennya ? Di komplek ga ada anak kecil. Main sama kita juga udah puas. O iya...soal konsep bermain ini....saya setuju bahwa yang namanya bermain diusia dini adalah semata-mata perlekatan anak dengan orangtuanya. Dan boleh percaya atau tidak, kalau saya main sama anak lanang ya bermain sebener-benernya main. Petak umpet, saya ngumpet beneran, lari-larian kejar-kejaran saya jabanin, main air....saya adalah teman main anak lanang saya.

Tapi kemudian saya sebagai teman bermain itu hanya terjadi saat saya full di rumah. Yaitu Sabtu dan Minggu. setelah urusan lain-lainnya selesai. Saya ga yang cuma duduk diem ngeliatin ketawa dengan tingkahnya anak lanang. Nope..tidak..

Ketika saya absen, dia bermain sama siapa ? Lalu, menemui seorang teman yang mengelola sekolah, dan diajak lah anak lanang ke sekolah itu. Dia suka liat anak-anak kecil. suka liat mainan, suka liat buku. Suka bisa main cat, main air, lari2an ditempat yang ga ada mama dan papanya. 

Usianya 3 tahun, karena banyak temennya yang udah naik ke level yang lebih tinggi  maka anak lanang saya pindahkan ke sekolah dengan konsep creative school.

Pertanyaan saya setiap hari di sore hari pada anak lanang "Hari ini bermain apa di sekolah nang ?" "suka mainnya ?" Ada temen yang bikin sedih ga ? ada temen yang km bahagia sekali main sama dia?

Di umur segitu...nama temen ga begitu dia pedulikan, hanya missnya dan mainannya....lalu kemudian namanya diikutsertakan naik ke level TK A..hati saya mulai galau..berasa dikejar-kejar waktu...merasa saya ga yakin sama anak lanang. dan Ketika di TK- A dia udah mulai mempedulikan teman-temannya dia mulai terikat....merasa pengen selalu bersama temen-temennya. dan kemudian barulah kami intens mengkomunikasikan dengan gurunya yang mengawal perkembangannya mulai dari kelas bermain sampai dengan TK A (kebetulan di sekolah ini konsepnya ga akan ganti guru sampai anaknya lulus TK B). Mumpung masih TK A, mumpung anaknya belum terlalu ngeh sama temen-temen. dan Gurunya meyakinkan kami bahwa anak anda mampu, jangan ragukan anak anda. Saat dia masuk level TK B, makin anak lanang menyadari posisinya, "aku mau bermain di kelas kakak yang ada di bawah ma" (kebetulan sekolah TK nya jadi satu sama sekolah SD). Galau kemudian memburu saya ketika saya mendapatkan undangan untuk pendaftaran SD. Konsultasi ke sana kemari, menanyakan apakah udah pantas naik ke Sekolah Dasar. apakah tidak lebih baik mengulang TK saja. mulai dari missnya, kepala sekolah Tk nya, sampai kepala sekolah SD, psikolog anak dan terakhir adalah anak lanang itu sendiri.

Saya memberikan gambaran, bahwa sekolah seperti KK besar (SD mksdnya) selain bermain ada tanggung jawab besar lain yang harus dijalani. seperti belajar. Mama takutnya menjadi tidak menyenangkan untuk menjadi teman belajar. Dia pahamnya "tapi masih bisa bermain?" ya bisa...cm inget tanggung jawab yang nanti akan ditemui di sekolah KK besar. "aku mauuuu"

dan sekarang usianya anak lanang 6.5 tahun naik ke kelas 2. Ga tau juara kelas atau engga, tapi yang penting dia tetap bahagia. Sekedar naik ? Ga juga....Nilai-nilainya memuaskan...diluar bayangan saya...saya menetapkan standar 7....dan dia bisa diatas itu....

Itu cerita tentang anak lanang, anak pertama kami. Beda lagi untuk anak wedok. usianya tahun ini 2.5 tahun. Ade sekolah ya ? engga...ade nanti disekolah ada temennya ..... sama kakak juga ? ya engga dong..kk kan sekolahnya udah besar...engga....di sekolah banyak mainan...main sama kakak ? ya udah deh ade sekolahnya di rumah aja ya....iya....

udah deh gitu aja cerita anak perempuan kami, anak kedua kami....kami ga galau...kalau main ada kakaknya....nunggu kakak pulang sekolah....bangun aja siang banget....ntar dulu deh...biar kata ngomong udah jelas, nyanyi udah lincah, nyoret2 udah fasih banget, makan udah bisa sendiri....tapi ketika tawaran itu dia jawab engga ya udah engga....mungkin dia baru mau masuk sekolah umur 4 tahun nanti...karena jam belajar kakaknya udh banyak, pulang jd agak siangan....mulai bisa dimasukin ide atau konsep tentang sekolah.



Kamis, 25 Mei 2017

Dinamikanya Kami berdasarkan Golongan Darah



Jadi kemarin adalah hari libur Kenaikan Isa Almasih (25 Mei 2017), selain kami gotong royong membersihkan rumah orangtua kami, yang bakalan ditengok buyer hari jumat. Kami (saya dan Pak Suami) bisa punya kesempatan makan siang bersama. 


Sampailah kami pada pembicaraan tentang anak-anak, terus ketika pada pembicaraan sifatnya anak-anak. Pak suami bilang "ya itu klo golongan darah B suka suka sendiri". Pada saat itu saya bilang "emang ngaruh ya golongan darah sama karakter seseorang ?". Pak suami bilang "ya ngaruh, browsing aja" dan karena yang megang HP di meja makan cuma Pak Suami, browsinglah dia dan siang itu kami ketawa ngakak bersama karena membaca karakter sesorang dikaitkan dengan golongan darahnya. Hampir sebagian besar, kayak klo dari 10 point cuma 1 poin yang ga sesuai sama karakter kami berdasarkan golongan darah itu dan infonya dibuat dalam bentuk komik. 


Ini link blog yang sukses membuat kami terpingkal-pingkal dengan penjelasan tentang kaitan golongan darah dengan karakter seseorang http://luludwilouise.blogspot.co.id/2013/07/karakteristik-menurut-golongan-darah.html. 


Dan keluarga Pramana lengkap semuanya mulai dari golongan darah O, AB, A, dan B ..... 😆 jadi secara golongan darah dan dikaitan dengan karakter keluarga kami sangat amat dinamis sekali. 







Yang golongan darahnya A di keluarga Pramana adalah anak perempuan kami. Belum keliatan jelas sih...karakternya anak 2 tahun ini. 

Yang golongan darahnya B di keluarga ini adalah anak laki kami. Ini udah jelas banget sifatnya. Dia kalau ngeliat sesuatu yang menarik perhatiannya, langsung tu tangannya jahil banget. Tapi kalau dia ga suka ya langsung ngomong ga suka, kasih liat raut muka yang ga enak banget diliat. 




Y



Yang golongan darahnya O dikeluarga ini adalah saya. intinya adalah over thinking dan kepo banget!!! hahahaha...














Yang golongan darahnya AB di keluarga ini adalah Pak Suami. ga ada komentar deh, cuma akhirnya saya paham ooooo ternyata memang begitu. 






Jika kami digambarkan dalam sebuah adegan bersama-sama kira-kira seperti ini :













Pak suami yang paling ga bisa dengerin saya klo lagi cerita terlalu detail maunya to the point aja, padahal saya cerita karena saya inget setiap detailnya...


Saya dengan ke kepoannya sering banget nanyain suami "kamu ga apa2 kan, kamu lagi banyak pikiran ya? kamu bisa cerita kok ke aku" padahal tu pak suami emang ya suka aja masuk ke his empty box. atau paused mode on.


Saya yang paling ga ngerti kenapa pak suami itu suka ngamatin hal-hal yang ga lazim, segala kata-katanya Pak Supri di film rumah masa depan yang bisa dia quote, atau betapa suami seperti kehabisan waktu padahal karena ga bisa ngatur waktu atau Pak suami selalu melakukan sesuatu on my way.


Segala keheranan kami ngeliat anak lanang yang tangannya tu demen banget nyentuh sesuatu tanpa nanya dulu, yang keliatannya ga perhatian sama sekitar ternyata paling suka banget sama bunga. 

Secara garis besar semua dinamika itu terkait dengan golongan darah kami.


HHHH....itu baru kami bertiga...nanti noni klo sudah keliatan..makin dinamis ajah ini keluarga...But I love We a lot...

Senin, 15 Mei 2017

Memilih Pemimpin


Banyak hal terkait memilih seorang pemimpin yang mengejutkan akal sehat saya.

Dimulai dari pemilihan Presiden RI, Joko Widodo. Baru saja menjabat sebagai Gubernur DKI pada saat itu, kemudian menerima untuk maju dalam pemilihan Presiden, yang didukung oleh Partai yang Pemimpin Parpolnya Mantan Presiden yang kemudian rame di media, bahwa Bapak Presiden hanyalah sebagai boneka Pimpinan Perpol tersebut. Dan nyatanya hasil menentukan bahwa, setidak suka apapun masyarakat pada Pimpinan Parpolnya, semuda apapun pengalaman Bapak Jokowi memimpin, masyarakat telah jatuh cinta pada sosok Joko Widodo dan Sekarang Bapak Joko Widodo adalah Presiden Negara Republik Indonesia menggantikan Susilo Bambang Yudoyono yang memimpin selama 2 periode.

Bahkan Negara Semaju Amerika Serikat pun mengejutkan akal sehat ku ketika hasil pemilihan Presidennya menyatakan Donald Trump sebagai pemenangnya.

Lalu ketika pemilihan Gubernur DKI Tahun 2017 ini meramaikan media, semua kandidat memaparkan program kerja unggulan yang akan dilakukan jika terpilih. Beberapa dari program tersebut masuk akal untuk diaplikasikan, beberapa dari program kerja seperti janji-janji manis, beberapa program kerja membuat kening berkerut. Dan seperti yang kita ketahui bersama, sudah ditentukan pemenangnya dan akan menjabat Per-Oktober nanti.

Hasil-hasil memilih pemimpin yang mengejutkan akal sehat saya. Tidak melihat latar belakang partainya, tidak melihat masuk akal atau tidaknya program kerja yang diusungkan, tidak melihat kinerja yang sudah dilakukan. 

Selasa, 09 Mei 2017

Last Night Conversation

Pembicaraan tadi malam dengan Anak lanang.
Mama (M) : Kakak, Pak Eko datang ke sekolah ga ? (Pak eko adalah guru agama Hindu di Kota Semarang) 

Anak Lanang (AL) : kayaknya sih datang ma..

M : Loh kok kayaknya, KK sudah ada pelajaran agama belum ?
AL : oooo...udah ma 

pas ngobrol gini, sebenernya kami masing-masing sibuk. Saya sibuk dengan janur, kk matanya mantengin tipi.

M : Terus kk belajar apa waktu Pak eko datang ?
AL : Kayika, wacika, Manacika....Manacika artinya kita berpikir yang baik...hmm...teruuuus...bicara yang baik sama satu lagii...
M : berbuat ..
AL : aaa iya....
M : Emang itu apa namanya Kak ?
AL : Sebentar ma...

lalu dia ambil kertas dan pulpen.

M : Kayika, wacika, Manacika, itu apa kak ?
AL : Tri Kaya Pari (sambil nulis).... hmmm ma...parinya dipisah atau disambung ? 
M : dipisah sama siapa ?
AL : mamaaaa....
M : Kalau sama Kaya di Pisah, tapi disambung sama..
AL : aaah iya.. Tri Kaya Parisuda
M : Apa itu kak ?
AL : Tri itu tiga, Kaya aku lupa artinya apa Parisuda itu artinya baik
M :  Tri Kaya Parisudha artinya 3 hal  yang baik..kakak, mikir, ngomong dan berbuat dipikirkan semuanya. Baik ga ya ? apakah orang lain akan sedih kalau aku bicara tidak baik...

Lalu dia mendengarkan semua penjelasan saya, sebisa mungkin untuk bisa dipahami oleh anak yang belum umur 7 tahun ini...

Jumat, 31 Maret 2017

Serem dengan Dia....

Awalnya sih biasa aja ya, tapi lama kelamaan perasaan menjadi sangat mencekam setiap saya melihat, papasan, atau berada pada tempat yang sama dengan dia. Serem dengan dia.

Penggunaan kata serem itu biasanya saya korelasikan ketika saya melihat film thriller atau film hantu  atau setan atau kesurupan. Serem juga saya korelasikan ketika baru pertama kali mendatangi sebuah tempat yang udah lama ditinggalkan dan terlihat sangat suram, pengap dan mencekam maka "bulu kuduk" saya bisa naik. Tapi lama kelamaan akan menjadi terbiasa dengan tempat tersebut.

Tapi untuk dia ?!? setiap saya melihat, papasan, atau berada pada tempat yang sama dengan dia. Bulu kuduk saya langsung berdiri. Padahal dia bukan hantu atau setan atau org yang kesurupan atau pembunuh berantai. Hanya saja lama kelamaan dia itu menyeramkan!!!

Ini bukan perasaan takut, saya tidak menjadi takut karena dia itu seram. Tidak!! Namun sekali lagi lama kelamaan bagi saya dia itu menyeramkan. Hatinya gelap, Pikirannya tentang orang lain selalu negatif. Yang gundah hati dan pikirannya akan mudah terpengaruh dengannya. Yang hanya melihat fisik dan tampilan luar akan sependapat dengannya. 







Jumat, 24 Maret 2017

P A N C A S I L A

Saya mau menulis dengan menggunakan identitas saya sebagai warga negara Indonesia. Dasar Negara Indonesia adalah Pancasila, Lambang Negara Indonesia ada Garuda Pancasila.

Nasionalisme seorang warga negara Indonesia dapat dilihat dari bagaimana ia menjadi warga negara dan memahami pondasi dasar negara ini, yaitu P A N C A S I LA. Maka segala tindakannya untuk negara Indonesia berdasarkan pondasi tersebut. 

Lalu kemudian bicaralah kita tentang memilih pemimpin negara. Sebagaimana yang saya tuliskan dalam postingan saya sebelumnya tentang "DIA yang Bekerja Bagi Negara" memilih pemimpin haruslah pemimpin yang bekerja bagi negara. Bagi Negara, bukan secara eksklusif bagi golongannya, kelompoknya atau partainya. Bekerja bagi Negara maka akan menjadikan besar negara tersebut.

Saya ulangi sekali lagi, bahwa segala tindakan seorang warga negara haruslah berdasarkan Pancasila, dan memilih pemimpin jugalah sebuah tindakan untuk negara, maka gunakan Pancasila sebagai dasarmu dalam memilih.

Karena apa ? karena negara Indonesia isinya beragam, sangat bhineka. Yang dapat menyatukan kita sebagai bangsa Indonesia hanyalah Pancasila, karena ketika bertindak untuk negara sudah tidak lagi melihat suku, agama, ras dan golongan. 

Ketika memahami Pancasila, maka akan memahami bahwa di tanah Indonesia ini, setiap warga negaranya Berketuhanan Yang Maha Esa, apapun agamanya, akan memahami oleh karenanya setiap warga negara di Indonesia harus bersikap adil dan saling menghormati, sehingga terciptalah Persatuan Indonesia dimana demi persatuan tersebut, Rakyat Indonesia memilih wakilnya guna menjalankan negara secara bijaksana demi keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Bagi saya, ketika saya memposisikan diri saya sebagai warga negara maka landasan saya hanya 1 yaitu P A N C A S I L A.


Rabu, 22 Maret 2017

Dia yang bekerja Demi Negara

Berada di sebuah institusi pemerintah, semua bekerja berdasarkan petunjuk, arahan dan kebijakan dari pimpinan khususnya mereka yang berada dilevel bawahan.

Petunjuk, arahan dan kebijakan dari pimpinan inilah yang kemudian menjadi sebuah penilaian bagi masyarakat bahwa Dia bekerja Demi Negara.

Yang bekerja bagi negara, disumpah dengan menggunakan kitab suci. Pertanggungjawabannya berat! Karena pada Tuhan lah Ia akan bertanggung jawab. 

Selasa, 14 Maret 2017

Pantes Ga Pantes...


Aturan dari Pak Suami itu sederhana banget...Pantes atau engga, klo pun pantes occasionnya sesuai atau engga. Jangan ngikutin trend !


Jadi lagi booming kayak apapun juga model baju cewe yang rupa-rupa...nek kowe ora pantes yo ra usah ngikutin trend..nek kegiatannya ora pas...ya ojo dipake biarpun kowe pantes ketok ayu. 

Mo dandan poll ayu ora karuan...klo nanya sama suami... selama bisa menjawab 2 pertanyaan itu diatas, aman pastinya..

Nek klo tetep dipaksain, biasanya sih jadi risih sendiri karena mata banyak bicara...walau mulut tidak bersuara......



Minggu, 12 Maret 2017

For The Future

I am planning my self to quit my Job..and start to make my heart more peace inside.....

Before im doing it, i must preparing my self to get income replacing my own income as a civil servant. I dont have much time to prepare my future. So I guess i have to start thinking what kind of business i will do in the future.


Sabtu, 25 Februari 2017

Untuk memilih diantara pilihan .....


Lalu berkatalah Arjuna pada Krisna  di Medan Perang Kurukshetra:

"Aku sudah gemetaran Krisna, bagaimana aku harus melawan mereka ? mereka adalah orang-orang yang patut kuhormati. Tidak, tidak lebih baik aku terbunuh tanpa perlawanan, atau meninggalkan medan perang ini daripada membunuh mereka. Lihat Krishna, Guruku, Kakekku, Paman-pamanku, Saudara-saudaraku.....Krishna aku tidak akan berperang"

"Lebih baik aku hidup sebagai seorang pengemis, daripada mendapatkan kekuasaan dengan cara membunuh mereka. Segala kenikmatan akan tercemar oleh darah mereka"


Arjuna mengalami sebuah keraguan, ketika sudah saat baginya untuk memilih. Bagaimana dikatakan menghilangkan nyawa keluarganya sendiri adalah sebuah kebenaran? Sedangkan agama mengatakan untuk "tidak membunuh". Arjuna menggunakan pengetahuan agamanya, dan perintah agamanya untuk membenarkan keraguan yang ia rasakan.


Dalam sebuah buku yang pernah saya baca, dikatakan bahwa ada 2 kelompok manusia di dunia ini, 1. kelompok manusia yang mencari konfirmasi atas tindakannya dari agama. 2. kelompok yang bertindak sesuai anjuran agama. Membingungkan bukan ?!.

Kedua kelompok tersebut mendasarkan agama dalam mengambil tindakannya. Namun dijelaskan kemudian bahwa ada perbedaan mendasar dari 2 kelompok tersebut, Kelompok 1 adalah mereka yang mencari pembenaran akan tindakannya, dan kelompok 2 adalah mereka yang bertindak sesuai dengan kebenaran. Benar agama melarang kita untuk menghilangkan nyawa, namun dalam keadaan tertentu menghilangkan nyawa menjadi sebuah tindakan kebenaran. Dalam perang misalnya. 

Lalu bagaimana ketika manusia dihadapkan dengan situasi demikian ? Ketika ajaran agama telah menegaskan aturan mainnya? which one to choose ? mengikuti perintah agama atau melakukan kebenaran dengan melanggar perintah agama ?

Saya pun masih tidak paham, mengapa Krisna yang kehadirannya kami yakini sebagai kekuatan Tuhan yang turun ke dunia, tidak serta merta menghentikan perang tersebut ? sehingga ajaran-Nya yang dikenalkan pada kami melalui Agama (perintah Agama) dapat membuat kami terhindar dari dosa dan masuk surga!!

Lalu pencerahan datang pada Arjuna, dan memilih untuk berperang melawan Gurunya, Kakeknya, Paman-pamannya dan Saudara-saudaranya. Mengapa Arjuna tetap berperang ? Walaupun ia tahu bahwa agamanya melarang untuk menghilangkan nyawa ?

Atas nama kebenaran, Arjuna memutuskan untuk berperang. Karena yang menjadi pemimpin pada saat sebelum perang berlangsung adalah ketidakadilan, kemaksiatan, kekerasan. Kewajiban seorang manusia tidak hanya sekedar menjalankan perintah agama, namun juga menegakan kebenaran. Yang membiarkan justru sesungguhnya hanya memikirkan dirinya sendiri, mereka yang mendiamkan, justru sesungguhnya mereka pengecut. Tidak hanya sekedar menjalankan perintah agama, tapi melakukan what is right...







Jumat, 24 Februari 2017

Karma



Terkadang ketika diri sendiri dihadapkan pada urusan yang dipersulit, membawa pada sebuah pemikiran apakah saya pernah mempersulit orang lain ?

Namun sebagai Hindu Bali, yang percaya pada Karma saya menyadari bahwa, ketika urusan kita dipersulit oleh orang lain maka Tuhan telah memberi kesempatan bagi kita untuk membayar karma. Mudah-mudahan saya membayar karma ini dengan lunas. 

Sebagai pengingat juga untuk saya untuk tidak melakukan hal serupa, pada orang lain yang mungkin pernah berbuat tidak baik terhadap kita. 




Senin, 13 Februari 2017

Mengapa butuh jasa arsitek ???

Berhubung Pak Suami adalah arsitek, tak jarang ada temen-temen kantor yang suka nanya-nanya atau kepengin digambarin rumah. Awalnya pengetahuan saya tentang jasa arsitek juga sama seperti orang pada umumnya. Pinter gambar rumah!. 

Nah dari pemahaman yang terlalu sederhana inilah terkadang orang-orang merasa bahwa menggunakan jasa arsitek ketika membangun rumah cuma menambah biaya pembangunan. Sebenernya ga ada salahnya juga pemikiran tersebut, klo ngebangun rumah ya cuma sekedar bangun tanpa gambar tanpa perencanaan. tinggal manggil tukang yang bisa ngeborong, browsing tampak rumah dengan model eropa, minimalis, tropis tinggal google. 

Terus kenapa atuh perlu atau disarankan menggunakan jasa arsitek klo mau bangun atau renovasi rumah ? Berikut berbagai alasan mengapa kita membutuhkan jasa arsitek klo mau bangun atau renovasi rumah (menurut versi saya) :

1. Tukang borong bangunan yang mumpuni itu susah banget ditemuinnya. Orangtua saya dulu bangun rumah tanpa pakai jasa arsitek, tapi kebetulan bertemu dengan tukang bangunan yang oke jadi bangun rumahnya jadi kokoh. Tapi ya itu seperti diawal kalimat saya sampaikan, tukang borong bangunan yang mumpuni itu susah banget ditemuinnya.

2. Arsitek ga cuma ngebangun rumah, tapi ada detail yang harus diperhatikan sebelum kemudian mendesign sebuah bangunan. Selain berkonsultasi dengan pemilik lahan,  Arsitek harus melihat arah datangnya matahari, harus melihat kiri kanan lahan yang akan dibangun, harus melihat kontur tanah yang akan dibangun, ngukur luas tanah, ngukur garis kemiringan dan hal detail lainnya yang kemudian baru deh arsitek nangkring di depan laptop mulai menggambar every detail yang didapat dilapangan untuk kemudian dijadikan design.

3. Ga cuma bikin gambar rumah yang nampak indah dari luar aja, tapi arsitek juga mendesign mulai dari saluran drainase, sistem pencahayaan, saluran sirkulasi udara sampai dengan sistem kelistrikan yang aman bagi penghuninya.

4. Ga cuma mendesign rumahnya saja, saat pembangunan arsitek juga akan melakukan kontrol terhadap proses pembangunan, agar hasilnya sesuai dengan perencanaan gambar yang sudah ia buat. Tidak hanya dari segi estetika namun juga dari pemilihan material agar hasil akhirnya sesuai dengan gambar yang telah ia buat. 

5. Paling enak lagi, jika dapat menggunakan jasa arsitek yang juga menyediakan jasa konstruksi. Kenapa enak? karena antara kontraktor dan arsitek sudah saling memahami pola kerja masing-masing ,jadi mereka mudah berkomunikasi. membangun rumah itu butuh tim pembangun yang solid.

6. Membangun rumah membutuhkan uang yang ga sedikit buat beberapa orang, jadi salah satu poin penting dalam pengaturan keuangan adalah perencanaan yang matang. dalam hal pembangunan rumah, perencanaan pembangunan rumah dengan menggunakan jasa arsitek tentunya berdampak pada pengaturan keuangan yang cermat selama proses pembangunannya.  

Contoh gambar design rumah yang saat ini masih berjalan

Nah itu kira-kira alasan yang bisa saya sampaikan kenapa membutuhkan jasa arsitek dalam membangun atau merenovasi rumah. Sebagai bahan referensi, berikut saya kasih link dari web penyedia jasa arsitek dan konstruksi https://manasarch.com 


Minggu, 05 Februari 2017

Why You Have To Be So Mean ?


Saya dibesarkan dengan banyak sekali pesan positif dari orangtua saya. Sekian banyak pesan positif yang disampaikan orangtua saya, dasarnya adalah pesan positif yang simple :
  1. Saling mengasihi, bahwa menyakiti orang lain sama dengan menyakiti diri sendiri. 
  2. Jujur pada diri sendiri, karena Tuhan letaknya tidak jauh namun dihatimu sendiri.
  3. Apa yang kamu tebar itulah yang kamu petik. Semua perbuatan mu akan ada hasilnya, jadi kalau mau dapat hasil baik berbuatlah baik. 
  4. Berpikir baik, berkata baik dan berbuat baik.
Jadi ketika saya bertemu dengan seseorang yang sudah cukup berumur, sudah sepuh, yang pengalaman hidupnya sudah banyak, yang makan asam garam lebih banyak. Di sapa baik-baik, di jawab dengan ketus. I just dont get it ???.

Nah anak-anakku Nanta dan Dhita, hidup tidak akan pernah mudah. Bahkan saat kemudahan itu dihadirkan buat kita, akan selalu hadir orang yang demikian adanya seperti dalam judul. Bagaimana reaksimu terhadap orang yang demikian adalah ladang amal mu. 






#PS. Gambar ini adalah ilustrasi muka judes :) 

Lanjutan Pertama Menghitung Berkat #1

Previously :  Saat dia berdiri, batin saya "astaga kok jeansnya robek semua gini, apakata bokap pas liat beginian?!! Emang dia suka nai...