Minggu, 04 Agustus 2019

Ketika pak suami bilang "i love you"

Semarang, 3 Agustus 2019. 18.00 wib.

"Ma, sini duduk...aku udh bisa kunci lagu ini" Pak suami memintaku duduk disebelahnya ia memegang gitar kecilnya...sebelum aku mulai berkata-kata panjang untuk memintanya usah macam-macam, ndang cepet2 siap2 sembahyang...

Senar Gitar Kecil itu dipetiknya... "Sampai jadi debu" itu lagu yg kuncinya baru dia dapati...

Terbawa dengan petikan gitarnya, saya mencari lirik lagunya melalui google HP saya..saya sudah dgr lagu ini mungkin lebih dari 1 tahun lalu.

Liriknya terlalu sederhana namun dalam makna...alunan musiknya rumit namun masuk ke jiwa....Membuat air mata cukup cair untuk meleleh malam itu..mengalir di sudut mata .... 

"I love you too my life time partner, grow old with me, sampai jadi debu"







Menang Tanpo Ngasorake

Cari muka adalah istilah yang dipakai oleh Pak Suami untuk menjelaskan secara singkat apa yang saya ceritakan secara detail padanya tentang sikap seseorang.

Pembuktian akan kemampuan diri adalah sesuatu yang lumrah menurut pandangan saya (atau mungkin pandangan orang pada umumnya). Tapi membuktikan kemampuan diri sampai kemudian menjadi "cari muka", itu adalah melecehkan diri sendiri namanya, merendahkan dirinya sendiri.

Buat apa ? Membuktikan diri sendiri dengan menjatuhkan orang lain lewat cari muka ? dengan cara paling halus sekalipun (pura-pura bego misalnya ...atau pura-pura polos).

"Ngadepin orang cari muka labrak aja langsung orangnya, biar ga sembarangan sama kita...". Lalu karma apa yang akan saya dapatkan kemudian hari dengan melabrak orang lain?.

Saya mungkin bukan orang Jawa Asli, tapi leluhur saya berasal dari tanah jawa, saya sangat menghormati petuah dan unen-unen jawa yang banyak mengandung filosofi kehidupan. Salah satunya pesannya "Digdoyo Tanpo Aji, Menang Tanpo Ngasorake" Hebat bukan karena Sakti, Memperoleh kejayaan bukan karena menjatuhkan.

terkait dengan awal tulisan saya, dan unen-unen ini, prinsip saya mencari muka adalah penistaan akan kemampuan diri sendiri.

Minggu, 31 Maret 2019

Jalan Malam

Haiii... Anak-anak,  siapa mau makan di KFC?

Tentu saja mereka semua kompak jawab "mau"

Tapi kita jalan kaki ya...  Seketika semua terdiam. 

Si noni bilang "naik motor aja ma"
Si kakak bilang "itu jauh banget loh ma"

Kalau mau makan KFC,  ya kita jalan kaki. Deket banget kok... Malah lebih jauh klo kita ke indomart kak. 

19.00 PM,  we put our sneakers on.  And off we went. Kalau anak-anak ga rewel, seharusnya 20 menit sampe di lokasi.  Pak suami tak telp,  ngabarin klo aku ngajak anak-anak makan di KFC.  Berhubung kami jalan kaki,  jd pak suami bisa jemput kami di KFC. Sebenernya Pak Suami ngabarin kalo posisinya di supriyadi mau masuk tol, ya udah janjian aja ketemu di keluar tol tembalang. 

Sejujurnya,  semua itu karena iseng diawalnya. Jadi abis magrib kaki kok pengen jalan banget rasanya, tapi bukan nge mall. Pengennya si ngajak mereka jalan ke hutan. Tapi berhubung Pak Suami sibuk banget,  agak susah nyari waktu weekend buat jalan nyusur hutan. 

Akhirnya, setelah keluar dr gang bukit tembakau, kita susuri jalan samping pintu tol tembalang,  nyebrang ke bawah jalan layang tol tembalang,  nyebrang lagi ke alfamart seberang tol tembalang,  berhenti sebentar buat ngabarin Pak Suami, karena ga ada respon,  kami memtuskan  langsung nyusuri jalan sampai di tirto agung. Anak-anak ga ngeluh sama sekali jalan sepanjang itu, mungkin karena mereka pengen banget KFC. Jadi begitu sampai di tirto agung dan mereka lihat plang KFC,  bahagia mereka tak terkira. 20 menit sesuai dengan perkiraan.

Sebagai rasa bangga,  Mama sampaikan selamat ke kakak dan adek yang udah berhasil menjalani misi iseng mamanya malam-malam.

Awalnya agak takut bawa mereka nyusuri jalan,  karena ini kan malam minggu, people go crazy on the street every saturday nite. Tapi mereka bisa ngikutin arahan dari si mama yang suka freakout.

Sampai di KFC,  Kirain mereka pesen makan yang lebih banyak dari biasa.  Ga taunya mereka minta porsi yang sama, cuma nambah ovaltine masing2 1. Selesai makan,  si kaka bilang,  ma,  aku ga sanggup lagi klo jalan kaki pulang.  Tenang kak,  kita pulang di jemput papa.  15 menit setelah selesai makan,  pak suami sampai....dan ternyata,  kita harus jalan kaki lagi.  Karena ga dpt parkiran mobil 😅...

Pagi ini,  iseng liat google map,  pengen tau berapa jarak dr rumah ke KFC... Lumayan 2.2 KM... Wekekeke... 

Jumat, 15 Maret 2019

Do I have any religion ?

Menebarkan ketakutan disebut teror. Orang yang melakukannya disebut teroris. Pahamin dulu arti katanya, baru kemudian gunakan kata tersebut dengan bijak. 

Peristiwa bom di kuta dan legian, membuat kata "teroris" menjadi booming. Dan membuat sebuah stigma di kebanyakan orang jika ada peristiwa serupa terjadi lagi. Selalu dikaitkan dengan agama tertentu dengan ciri orang tertentu. 

Saya pribadi juga termasuk orang yang kemudian terbawa pada pemikiran dan stigam yang demikian. Pertemuan dan diskusi dengan orang yang memiliki pemikiran terbuka dan cara pandang yang mengajak saya untuk mengosongkan gelas pikiran saya ketika mendiskusikan sebuah peristiwa, perlahan mengikis stigma yang keburu melekat. 

Hingga kemudian, serangkaian peristiwa di Surabaya dan Mako Brimob menjustifikasi pemahaman saya terhadap sebuah stigma adalah keliru. 

Teroris has no religion, semua orang dengan latar belakang agama, suku atau apapun itu bisa menjadi teroris. Bahkan bagi sesama agama yg dianut oleh teroris tersebut.

Ketakutan yang ditimbulkan tidak berhenti ketika secara masive menghilangkan nyawa dengan sebuah tombol atau pelatuk. Tapi tumbuh ketakutan lainnya, takut melihat orang dengan ciri tertentu, takut untuk mengutarakan pendapat sekedar untuk meluruskan pemikiran dan pemahaman yang keliru, hanya supaya ga dianggap kita berbeda kubu.

Jika yang namanya kedamaian menular, begitu juga dengan kebencian. Kedamaian menular ketika peristiwa kecil atas nama nurani, kemanusiaan dan ketuhanan (tanpa melihat agama apa yang dianut) ditunjukan tanpa mengafiliasikan hal tersebut pada kelompok tertentu.  Dan kebencian adalah ketidakadaan semua itu.

Kemanusiaan tidak seharusnya diteriakan ketika sesuatu terjadi pada kelompokku yang dilakukan oleh kelompokmu. Kemanusiaan tidak seharusnya hilang ketika sebuah peristiwa terjadi pada kelompok mu akibat sebuah kelompok yang mempunyai kesamaan pondasi dengan ku wlwpun aku bukan bagian dari kelompok itu. 

Satu nyawa hilang, tidak seharusnya dilihat dari kelompok mana nyawa itu, oleh kelompok siapa yang membuat nyawa itu melayang. 

Melabelkan satu peristiwa yang berkaitan kemanusiaan dengan sebuah kelompok dan menutup mata untuk peristiwa serupa yang terjadi bukan pada kelompoknya...adalah tanda hilangnya kedamaian dan tumbuhnya kebencian.

Kalau mengafiliasikan segala peristiwa hanya pada kelompoknya, tidak akan pernah ada sampai pada titiknya. 

Jika atas nama agama, kamu kehilangan kemanusiaann mu...tidak akan pernah kedamaian yang bisa kau tularkan pada orang lain.

Aku bukan orang yang beragama, kalau aku menutup mata atas peristiwa yang berhubungan dengan kemanusiaan. Hanya karena peristiwa itu tidak berhubungan dengan kelompokku. 

Kamis, 14 Maret 2019

Permaisuri Tak Tercela

Demikian nama yang kami berikan untuk Putri kami.

Dia yang selalu mengatur orang harus apa dan bagaimana..

Dia yang selalu bisa membalas jenaka setiap usilan papa atau kakaknya...

Dia yang selalu mengingatkan agar mama jangan marah-marah supaya ga cepet tua...

Dia yang rela nungguin mamanya membacakan cerita untuk kakak sampai kakak tertidur, supaya mama bisa bermain dengannya

Dia yang berpikir supaya papa kerja pake mobil, hanya semata2 demi keberlangsungan profesinya sebagai juru parkir khusus mobil papanya

Dia yang wangi batas rambut dan lehernya selalu tercium manis sekali..seperti gulali..

Dia yang senang menjadi seorang princess dan bercita-cita menjadi little pony

Dia yang happy sekali dibawa creambath dan menikmati setiap prosesnya..dan mengulanginya lagi denganku dirumah

Dia yang dalam tidurnya selalu kubisikan agar menjadi anak yang selalu bahagia, baik dan berani.

Dia yang selalu berhasil membuat kakaknya menutup kuping karena kesal dengan suara cemprengnya

Dia yang kemudian membuat aku berpikir, astaga anak ini suaranya melengking banget..

Dia yang kalau sampai meneteskan air mata, berarti sudah sangat dalam sekali melukai hatinya.....dan kecewanya...kamu membuatnya menunggu banyak hal terlalu lama


Dan masih banyak lagi lainnya tentang kamu yang ga bisa dibahasakan dalam tulisan....

Senin, 18 Februari 2019

Ga Bisa Atau Ga Mau

Setiap gw menghadapi sesuatu yang baru, entah kenapa gw selalu ingat dengan kata-kata mas eko krismanto. Senior ku di FH UNDIP dan di organisasi pencinta lingkungan Nebula Indonesia.
 
👨: "gw paling ga suka denger kata ga bisa pdhl lo belom nyoba. Lo jadi orang harus nyoba dulu, baru bilang ga bisa. Kecuali lo males, gw ga urus. Lo ada disini, berarti lo mampu.  Lo ga bisa atau ga mau ?!?"

Itu kata2 mas eko yang disampaikan, ketika dia ngedidik kita ttg menjalankan organisasi Nebula.

Entah kenapa, kata2 Mas eko itu selalu gw inget. Dan bahkan gw pake buat diri gw sendiri dan buat ngedidik anak2 gw.






Senin, 11 Februari 2019

Mama, maaf ya aku remidi

Sore itu saat masih ribet banget dikantor, anak lanang kirim pesan, menyampaikan kabar tentang hasil ulangan tema 1 nya. Seketika keribetan dikantor berpindah prioritas. 

Anak lanang selalu setiap menerima hasil ulangan, jika nilainya ga sampai 100 atau 90, dia akan meminta maaf. Jadi ngebatin sendiri, emangnya gw pernah nuntut anak gw dapat nilai sempurna ya ? Kenapa setiap terima nilai dan hasilnya ga sempurna menurut dia, dia akan minta maaf.

Pengennya segera mengakhiri segala keribetan dikantor hari itu. Pukul 18.00 tiba dirumah, anak lanang masih les piano. Saya ajak adeknya untuk ikut ke kamar kakak, untuk lihat nilai ulangannya. Folder ulangan sudah diluar tasnya, ku cek nilainya...matematika 100, bahasa indonesia 65, pkn 90. Not Bad! Untuk anak yang susah banget belajar....

Anak lanang sudah pulang, papanya juga sudah pulang. Malam itu ditemani nyanyian suara adek yang melengking memekakan telinga, kami duduk buat sharing moment.

👩: Kakak, nilai ulangan kakak tidak akan pernah buat mama dan papa kecewa. Kertas ulangan itu hasilnya atas nama Kakak, bukan nama eka atau keke. 

👩: kakak sudah belajar semampu kakak. Tanpa catatan dan lembar kerja yg ga lengkap.

👦: tapi aku ingat semuanya yg diterangkan pak guru.

👩: tapi mama ga bisa baca semua yang kakak ingat di dalam kepala kakak untuk bahan belajar.

👦: iya juga ya.

👩: mencatat itu penting kak...selama ada dibuku catatan, kakak akan ingat lagi kalau mengulang pelajaran.

👨: jadi kakak, kamu mau dapat nilai bagus atau jelek semua itu hasilnya kakak. Hasil belajar, hasil mendengarkan guru, hasil mencatat. 

👨: kalau sdh belajar dpt hasil jelek, ya ga apa2, berarti tandanya krg belajar atau ga paham dengan pertanyaan yg diberikan diulangan, klo belajar hasilnya jelek, apalagi ga belajar.

👦:hah !! Mama dan papa ga marah ?!?

👨: ooo kakak maunya dimarahin..

👩: kakak!! Kenapa nilai kamu cuma 65 !! Hah!!!! 

👦: ya engga lah....😄😄😄😄

Ini adalah sharing yang selalu kami lakukan terkait dgn salah persepsi di anak ttg nilai ga bagus bakalan buat mama dan papa marah. 

👩:Mama sih ya kak, marah klo kakak bolak balik ga disiplin sm barang2nya kakak. Tu liat gesper geletak dilantai.

👦: hah ! 

Ngibrit sambil ambil gesper....



Lanjutan Pertama Menghitung Berkat #1

Previously :  Saat dia berdiri, batin saya "astaga kok jeansnya robek semua gini, apakata bokap pas liat beginian?!! Emang dia suka nai...