Jumat, 10 Agustus 2018

Hidup selalu tentang Memilih ....

Lagi rame tentang pendaftaran capres cawapres 2019!! Ramenya ngalahin berita tentang gempa di Lombok, padahal hampir tiap hari gempa berkisar di skala 5 - 6 Richter mengguncang Lombok. Belum ada yang ngomongin, bagaimana kekuatan bangunan yang hampir setiap hari diguncang dengan skala demikian itu. Masih aman untuk dipakaikah seandainya patahan-patah tersebut berhenti bergerak? perlu ada scanning kah tentang kekuatan bangunannya ?.  

Ya udah deh, saya nikmati aja nyinyiran, dukungan, pesimistis, optimistis orang-orang di medsos untuk kedua belah kubu. Pilihannya ga ada yang mantap!, Ah ga masalah siapa pasangannya, yang penting Presidennya!, yah...kok itu sih pasangannya ? hopeless lah gw, malas nyoblos lah gw....mending golput dan banyak lagi status lainnya...yang intinya pada kecewa, pada menurun semangatnya.

Entah kenapa, semenjak saya punya Hak Suara, saya bener-bener memanfaatkan Hak saya itu. Tidak pernah sekalipun dalam Pilpres atau Pilgub atau Pilwalkot saya Golput. Karena Menjadi Golput seperti lari dari masalah, lari dari kenyataan hidup.

Hidup ga selalu membawa kebahagiaan, hidup ga selalu membawa kesedihan, tapi hidup menawarkan segalanya untuk dipilih. Kita belajar dan berkembang dari pilihan kita, oleh karena itu harus tetap memilih. Dont be too Picky, tapi tetep selektif, ditimbang mana yang  lebih banyak manfaatnya mana yang lebih banyak mudaratnya. Ga ada yang sempurna didunia ini, ga ada yang abadi, karena apa ?? Karena kesempurnaan dan keabadian hanya milik TUHAN semata. Jadi sejelek apapun pilihan yang ditawarkan, saya selalu memilih.

Seperti tahun 2009, ketika ada 3 pasang capres cawapres. ora ono sing bener-bener pas dihati. SBY dipandangan saya waktu itu ga layak untuk periode kedua. Yang sebenernya bertentangan dengan prinsip saya sendiri bahwa butuh 2 periode untuk buat mewujudkan visi misi. JK, lha kenapa pisah dr pasangan terdahulunya ? Why ?, Mega.....bisa ga jangan ibu aja yang jadi Capresnya, tapi pasangan ibu yaitu Prabowo. Aaaarrrggghh.....pokoknya harus tetep kudu milih!! Jadilah saya nyoblos gambarnya Prabowo.

Tahun 2014, Jkw dan JK...duh pak de...Gimana ya...wkt di Solo sih bagus, tapi Jakarta aja belom 3 tahun...ntar aja ya Pak..periode berikutnya benerin dulu Jakarta tunjukin dulu kinerja. Lalu saya pun menjoblos Prabowo.

Intinya adalah....saya tidak mengijinkan diri saya Golput, hanya karena alasan tidak ada yang pas....harus tetep ada yang dipilih seburuk apapun pilihannya...

Jadiiiii...Yuuuk kita manfaatkan hak yang sudah diberikan kepada kita. Supaya ga ada yang mubazir...buang-buang kesempatan. Karena Hidup akan selalu tentang Pilihan. Supaya kita bisa tetep tumbuh, berkembang dan belajar.




Senin, 06 Agustus 2018

Jangan Larang, Tapi Beri Pemahaman....

Ada sebuah peristiwa kemarin terjadi di sekolah anak lanang, yang melibatkan anak lanang dan beberapa anak laki lainnya di kelasnya. Saya banyak sekali belajar ttg kebenaran sebuah teori parenting dari peristiwa tersebut. Salah satunya yang mau saya share dipostingan kali ini.

Ketika anak lanang papasan sama temen  cewenya, yang muslim baru saja selesai wudhu,

Anak cewe : "jangan sampai kena aku, karena aku baru wudhu. ga boleh dipegang"
Anak lanang :"kenapa ?"
Anak cewe : "ya ga boleh"
Anak lanang : "kenapa?"
dan rasa penasarannya akan himbauan temennya yang cewe itu justru memancing rasa penasaran anak lanang. Dia bertanya-tanya, emangnya apa yang mungkin terjadi jika saya pegang temen saya ini ?

Saat dia megang temennya dan tidak ada yang terjadi apa-apa (menurut versi anak lanang) dia masih terheran-heran, ga ada apa-apa..kenapa aku ga boleh megang...

Sementara anak cewe itu marah ke anak lanang, karena anak lanang ga mau denger himbauannya temen cewenya itu, dan meninggalkan anak lanang sambil marah ke anak lanang.

Oh Boy !!! ternyata ini arah pertanyaanmu tempo hari. Karena beberapa hari sebelum ada kejadian ini, anak lanang pernah bertanya, kenapa orang yang habis wudhu ga boleh dipegang ma?".

Setelah memberikan penjelasan tentang kenapa ga boleh, anak lanang belajar dan berusaha untuk menghormati temennya yang muslim yang baru wudhu.

Buat saya orangtua, saya jadi belajar juga. Melarang seorang anak untuk tidak melakukan sesuatu malah mendorong mereka untuk melakukan apa yang dilarang tersebut. Karena rasa penasaran anak-anak belum terpuaskan dengan hanya sekedar larangan. Perlu dijelaskan, sehingga mereka lebih paham. 

Lanjutan Pertama Menghitung Berkat #1

Previously :  Saat dia berdiri, batin saya "astaga kok jeansnya robek semua gini, apakata bokap pas liat beginian?!! Emang dia suka nai...