Udah pernah ta kasih tau belum sih ? Klo anak lanang sekarang udah kelas 3 SD ? Klo belom, ya berarti sekarang udah pada tau ya kalau anak lanang kelas 3 SD.
Bukan cerita baru lagi kalau kurikulum pendidikan yang diterapkan di Indonesia bikin sesak dada dan pening kepala. Seakan-akan menjauhkan anak-anak dari yang namanya pendidikan menyenangkan atau sekolah yang menyenangkan.
Kemarin anak lanang dibagikan hasil ulangan tematiknya. Tematik pertama setelah rapot mid test dibagikan bulan lalu. Ulangan tematiknya dilakukan pada hari rabu minggu sebelumnya. Anak lanang dr sabtu (atau minggu ya ? Lupa :p eh atau dari sebelum sabtu ya?!) udah ngereview kertas kerja dia selama di sekolah (biasanya baru dibagiin pada akhir minggu sekolah). Nah pas hari selasa malam dia mo siap2 belajar karena rabu ulangan dia malah ketiduran sodara2!!!😅 di atas folder LC nya😅😅. Ya udah lah ya, que sera sera.
Lalu rabu sore dia cerita kalau ulangannya susah banget!! Aku ga ngerti harus bagaimana menjawabnya. Saking gemes aku sampe nangis ma 😅😅😅😅😅😅 (begitu kata anak lanang)...
Rasa penasaran dengan soal macam apa yg dihadapi anak lanang, terjawab sudah. Ketika kemarin dibagikan hasilnya, ppkn bagus, bahasa indonesia bagus, matematika lumayan...klo bahasa anak lanang "aku beruntung, ga ikut remidi. Temen2 ku ada yang harus remidi".
Membaca soal matematika tematik...saya kemudian menyimpulkan beberapa hal :
1. Too much
2. Too much
3. Too much
Ahahahahahah..... Krik...krik..krik...saya perjelas lagi...
Too much yang pertama : ketika anak2 baru dikenalkan dengan konsep perkalian, konsep jarak, berat dan waktu. Pada saat yang sama mereka harus bisa memetakan informasi untuk menjawab soal. Karena melalui kurikulum nasional spt nya guru juga dituntut untuk mengenalkan sejak dini pada anak2 tentang soal cerita.
Too much yang ke dua : Ketika membaca soal cerita anak2 harus memetakan berbagai macam informasi yang disajikan dalam soal. Apakah tentang jarak, tentang berat ?. Jika sudah mengetahui soalnya tentang materi apa, anak2 perlu lihat lagi dari informasi disoal apakah perlu dilakukan persamaan satuannya? Lalu kemudian dikerjakan dengan di kali atau dijumlah. Atau di kali dulu baru dijumlah?
Too much yang ke tiga : terlalu cepat lompatan2 yang harus dilakukan oleh anak2 dalam belajar sesuatu yang baru.
Saya pribadi merasa, dalam menguasai atau mengetahui atau paham tentang sesuatu yang baru ada yang namanya belajar. Yang dalam proses belajar ada yang namanya tahapan yang harus dilalui sampai akhirnya menjadi sekedar tahu, sekedar bisa atau syukur2 malah menjadi master.
Bukankah begitu semenjak dr bayi ? Keluar dari rahim, manusia dikenalkan dengan puting ibunya supaya dia tahu sumber makanan pada 6 bulan pertama kehidupannya, kemudian dikenalkan dengan makanan..dikenalkan bagaimana mengucap kata, naik menjadi kalimat hingga akhirnya menjadi bicara...
Menjadi sekedar tahu, sekedar bisa atau menjadi mahir, atau menjadi suka karena diawal ada yang namanya tahapan belajar. Ga ujug ujug langsung bisa, langsung mahir (kecuali yang punya kecerdasan luar binasa).
Baru aja kenal udah dibuat sulit...gimana mau suka?. Tapi memang sistem pendidikan dengan kurikulum pendidikan nasional di Indonesia yang menetapkan demikian. Mengharuskan guru menggelonggongkan anak2 supaya lekas panen.
Semoga masa depan pendidikan Indonesia lebih baik lagi.
Terkadang kepala itu terlalu banyak diajak lompat-lompat dalam berpikir,,memendam begitu banyak pemikiran menyebabkan kekusutan tersendiri. Lalu kemudian untuk mengurainya..kita perlu mencari benang merah dari semuanya...
Langganan:
Komentar (Atom)
Lanjutan Pertama Menghitung Berkat #1
Previously : Saat dia berdiri, batin saya "astaga kok jeansnya robek semua gini, apakata bokap pas liat beginian?!! Emang dia suka nai...
-
Siapa yang suka Justin Bieber ? Saya ga pernah menyukai Justin Bieber - sekarang populer dengan Huruf Inisial namanya JB -. Waktu dia ma...
-
Pembicaraan tadi malam dengan Anak lanang. Mama (M) : Kakak, Pak Eko datang ke sekolah ga ? (Pak eko adalah guru agama Hindu di Kota Sema...
-
"Saya kan Udah Tua...biar yang muda-muda aja yang ngerjain" Ini adalah kalimat yang sering banget gw denger semenjak gw pinda...