Lalu berkatalah Arjuna pada Krisna di Medan Perang Kurukshetra:
"Aku sudah gemetaran Krisna, bagaimana aku harus melawan mereka ? mereka adalah orang-orang yang patut kuhormati. Tidak, tidak lebih baik aku terbunuh tanpa perlawanan, atau meninggalkan medan perang ini daripada membunuh mereka. Lihat Krishna, Guruku, Kakekku, Paman-pamanku, Saudara-saudaraku.....Krishna aku tidak akan berperang"
"Lebih baik aku hidup sebagai seorang pengemis, daripada mendapatkan kekuasaan dengan cara membunuh mereka. Segala kenikmatan akan tercemar oleh darah mereka"
Arjuna mengalami sebuah keraguan, ketika sudah saat baginya untuk memilih. Bagaimana dikatakan menghilangkan nyawa keluarganya sendiri adalah sebuah kebenaran? Sedangkan agama mengatakan untuk "tidak membunuh". Arjuna menggunakan pengetahuan agamanya, dan perintah agamanya untuk membenarkan keraguan yang ia rasakan.
Dalam sebuah buku yang pernah saya baca, dikatakan bahwa ada 2 kelompok manusia di dunia ini, 1. kelompok manusia yang mencari konfirmasi atas tindakannya dari agama. 2. kelompok yang bertindak sesuai anjuran agama. Membingungkan bukan ?!.
Kedua kelompok tersebut mendasarkan agama dalam mengambil tindakannya. Namun dijelaskan kemudian bahwa ada perbedaan mendasar dari 2 kelompok tersebut, Kelompok 1 adalah mereka yang mencari pembenaran akan tindakannya, dan kelompok 2 adalah mereka yang bertindak sesuai dengan kebenaran. Benar agama melarang kita untuk menghilangkan nyawa, namun dalam keadaan tertentu menghilangkan nyawa menjadi sebuah tindakan kebenaran. Dalam perang misalnya.
Lalu bagaimana ketika manusia dihadapkan dengan situasi demikian ? Ketika ajaran agama telah menegaskan aturan mainnya? which one to choose ? mengikuti perintah agama atau melakukan kebenaran dengan melanggar perintah agama ?
Saya pun masih tidak paham, mengapa Krisna yang kehadirannya kami yakini sebagai kekuatan Tuhan yang turun ke dunia, tidak serta merta menghentikan perang tersebut ? sehingga ajaran-Nya yang dikenalkan pada kami melalui Agama (perintah Agama) dapat membuat kami terhindar dari dosa dan masuk surga!!
Lalu pencerahan datang pada Arjuna, dan memilih untuk berperang melawan Gurunya, Kakeknya, Paman-pamannya dan Saudara-saudaranya. Mengapa Arjuna tetap berperang ? Walaupun ia tahu bahwa agamanya melarang untuk menghilangkan nyawa ?
Atas nama kebenaran, Arjuna memutuskan untuk berperang. Karena yang menjadi pemimpin pada saat sebelum perang berlangsung adalah ketidakadilan, kemaksiatan, kekerasan. Kewajiban seorang manusia tidak hanya sekedar menjalankan perintah agama, namun juga menegakan kebenaran. Yang membiarkan justru sesungguhnya hanya memikirkan dirinya sendiri, mereka yang mendiamkan, justru sesungguhnya mereka pengecut. Tidak hanya sekedar menjalankan perintah agama, tapi melakukan what is right...


