Jumat, 31 Juli 2020

MEMASUKI BULAN KE-5

1 Agustus 2020, sudah bulan Agustus aja. Lima bulan sudah kita semua menjalani kehidupan yang tidak normal karena pandemi SARS CoV-2.
 
Diawal pandemi ini memasuki Indonesia, banyak konsepsi yang salah yang diproses oleh kepala saya. Konsepsi yang salah ini, saya akui karena terlalu riwehnya mendapatkan informasi yang baik dan benar untuk mengetahui apa dan bagaimana virus ini. Benar virus ini menyebar melalui droplets, namun bukan berarti oksigen yang kita hirup mengandung virus covid ini. Ada terms dan condition hingga bisa virus ini menyebar dan menjadi wabah penyakit COVID-19.

Memahami Terms dan Condition inilah yang kemudian yang harusnya menjadi pemahaman bersama di masyarakat untuk membantu pemerintah menghentikan rantai pandemi ini. Sejauh pemahaman saya hingga hari ini, term dan conditionnya tetap sama. 

Namun angka statistika penderita COVID - 19 yang makin tinggi, saya rasa bukan hanya disumbangkan dari jumlah alat test cepat yang disediakan pemerintah guna membantu untuk melakukan tracking penderita. karena bagaimanapun juga alat test cepat itu digunakan tidak secara massive, namun lebih diprioritaskan kepada mereka-mereka yang menunjukan gejala atau yang memang melakukan kontak dengan penderita.

Tingginya angka statistika tersebut, juga disumbangkan dari diabaikannya terms and conditions tentang penyebaran virus SARS CoV-2 ini. Apa aja sih Terms and Conditionnya ?

1. Hindari Berkumpul / berkerumun dalam bentuk apapun. 
2. Jaga Jarak
3. Gunakan Masker 
4. Mencuci tangan
5. Mandi Keramas setelah berpergian.

Kira-kira itulah terms dan condition yang bisa saya rangkum. Terms dan Conditions itu menjadi kunci keberhasilan penyebaran SARS CoV-2. Seharusnya tidak sulit, karena masa inkubasi virus ini 14 hari. Yang sulit adalah masyarakat Indonesia. 

Bagaimana bisa sulit ? Ini menurut pendapat dan pengamatan saya secara pribadi :

1.Berkumpul.  Ditengah pandemi, muncul komunitas baru. Hingga menghilangkan akal sehat siapapun yang terdampak pandemi ini secara langsung (sektor informal). Komunitas bersepeda. yang namanya komunitas tentu saja menunjukan sebuah perkumpulan. Bagaimana cara komunitas bersepeda berkumpul ? tentu saja dengan cara bersepeda ramai-ramai. what else ?!. Berkerumun adalah cara efektif dan efisien untuk virus ini menyebar dan mencari inang baru.

2. Jaga jarak, garis merah / kuning yang bisa ditemukan dipusat perbelanjaan seakan menyulitkan bagi manusia Indonesia untuk dijalani, karena bagi mereka, gap antrian antar garis seharusnya bisa disisipi dengan antrian. Atau bagaimana bisa kita bergibah kalau ada jarak diantara kita? dan bergibah cuma berdua rasanya kurang seru perlu orang ke-3 orang ke-4 lebih seru klo ada orang ke-6 biar makin seru gibahnya. tanpa jarak dan berkumpul, sangat membantu sekali virus ini menyebar.

3. Gunakan masker, bersepeda menggunakan masker berbahaya, sesorang  bisa kekurangan oksigen dan pada kondisi tertentu bisa berakhir pada kematian. So dont use mask when you cycling. Padahal ketika bersepeda kita menghembuskan napas lebih besar dari ketika kita berbicara, dan ketika dilakukan dalam kelompok tentunya jarak droplets yang membuat virus bisa meloncat dan mencari inang baru tentunya sangat membantu bagi virus menyebar. berkumpul, tanpa jarak dan tanpa masker. Well Done People You all doing a great Job dalam membantu virus ini menyebar dan mencari inang baru.

4. Mencuci tangan, kemudahan yang diberikan oleh industri yang memproduksi handsanitizer terkadang membuat salah kaprah. Handsanitizer digunakan ketika kita kesulitan menemukan air dan sabun. Prioritasnya utama yang ditekankan adalah air dan sabun. 

5. Mandi Keramas Setelah Berpergian, mungkin dilakukan. Tapi bagaimana cara dilakukannya ? apakah seperrti yang disosialisasikan pemerintah ?  - Mandi Keramas Setelah Bepergian -  ini adalah contoh link SOP yang disosialisasikan pemerintah. Bahkan perginya cuma sebentar dan cuma deket selemparan kancut, jika dalam perjalanan ini kita menemui orang lain yang kita ga tau apakah orang itu baru saja berkumpul, baru aja bergibah atau tidak menggunakan masker sebelumnya ketika melakukan poin 1 dan 2. Wajib mandi keramas rasanya. 

Itu semua adalah pandangan dan pengamatan saya mengenai bagaimana terms dan condition ini dijalani.

Diawal bulan Juli, seluruh masyarakat Indonesia dapat menyaksikan bagaimana Presiden Joko Widodo terlihat dan terdengar geram. Dan kemudian Beliau menyampaikan kita kehilangan "SENSE OF CRISIS". Buat saya, apa yang disampaikan Bapak Presiden itu bukan ditujukan untuk seluruh jajarannya saja tapi masyarakat Indonesia yang mengabaikan terms dan conditions penyebaran virus ini. 

Sudahlah, berhenti egois. Ketika tidak terdampak pada dirimu atau keluargamu, atau temanmu atau kolegamu, bukan berarti dampak itu tidak ada untuk orang yang berada diluar circle mu. Sebagaimana mudahnya virus itu menyebar, begitu juga dengan yang namanya virus kepedulian hanya seandainya kita mau tepo slira

Yuk sama-sama kita pahami terms and conditions penyebaran virus ini. Selesainya pandemi is not a one man job. Its all our Job. 

Sabtu, 11 Juli 2020

Anak bertanya tentang Gei...

Ini adalah kejadian ketika saya menjalani piket masuk kantor, waktu masih berlaku Work From Home. Siang hari sepertinya Nanta nonton yutup undertale (I have no idea, kenapa dia suka undertale. Saya juga udh pernah nemenin Nanta nonton undertale dan masih OK aja untuk ditonton berdasarkan standar saya). Sepertinya apa yang dia tonton siang hari itu, menyimpan sebuah pertanyaan di Nanta sehingga masih dia simpan untuk dia tanya saat dia inget untuk tanyakan ke mamanya.

 

Saat makan malam sudah selesai, tapi Nanta masih duduk di kursi makan dan bertanya sesuatu sambil nyeruput botol minumnya. "Ma, apa itu gei?" .

 

Seketika tenggorokan jadi gatel dan merasa perlu untuk membuat batuk kecil, menelan ludah dan kemudian bertanya lebih jelas lagi dengan pertanyaannya. 

 

Mama (M) : "Tulisannya gimana ? G U Y ?"

Nanta  (N) : "I dont know mom, aku dengernya gei"

M : "Kk dengernya dimana ?"

N : "Di Yutup Undertale"

M : "Kalimat yang kakak denger gimana ?"

N  :” Dude, you sound like gei’

 

Dalam hati, oh Tuhan ternyata Gei yang ditanya Nanta adalah GAY bukan GUY.

 

M : “awalnya ada percakapan itu gimana ?”

N : “San lagi ngobrol sama temennya dan temennya ngomong klo apa gitu terus dibalas sama San -dude you sound like gay-. Emang artinya apa ma ?

M : “Temennya SAN itu cowo ?”

N : “Iya”

M : “Mama mau liat dong yutupnya”

 

-Saya menonton sama Nanta mulai pada detik dimana mulai ada pembicaraan itu-

 

Pertanyaan-pertanyaan itu saya ajukan ke Nanta karena saya harus mengumpulkan semua informasi yang saya perlukan sebagai bahan untuk menjelaskan ke Nanta apa aja yang perlu Nanta tau tentang yang dia tanya itu. Saat itu, Bapaknya udah ninggalin meja makan, karena klo ga salah HP nya bunyi atau dia mau ngerokok di bawah pohon.

 

M : “ maksud hati temennya San itu adalah memuji SAN karena SAN keliatan keren. Tapi buat SAN, dia ga biasa di puji kayak gitu. Jadi SAN ngerasa aneh sambil bicara gitu. SAN merasa aneh dengan kalimat temennya, karena emang ga biasa cowo memuji penampilan fisik cowo lainnya. Nah kakak tau arti kalimat SAN itu  klo diterjemahin ke bahasa Indonesia ?”

 

N : “ Kamu terdengar seperti GAY, terus GAY itu apa ?”

M : “Gay itu artinya cowo yang mempunyai ketertarikan lebih pada cowo”

N : “Maksudnya ?”

M : “Cowo yang suka sama cowo juga”

N : “Hah?!?!?”

Kebetulan papanya masuk lagi, mau belok ke kamar ngambil sesuatu kayaknya waktu itu. Saya langsung ngomong “Papa, Nanta nanya Gay itu apa?”

 

Si Bapak berhenti melangkah, membalik badannya dan kemudian duduk diundak-undakan...saya ikut duduk disampingnya. Menceritakan asal mula kenapa Nanta tiba-tiba nanya apa itu Gay..

 

Kurang lebih begini kira-kira papanya menjelaskan atau menjawab apa itu Gay.

 

Papa (P) : “Di luar sana, ada yang namanya cowo suka sama cowo atau cewe suka sama cewe kak. Klo sama cowo disebutnya Gay, Klo sama cewe disebut Lesbi. Its not normal, tapi itu ada”.

 

N : “kenapa bisa begitu?”

 

P : “Kita tidak akan pernah tahu kenapa ada manusia yang bisa seperti itu. Mungkin pernah ada luka dengan jiwanya..mungkin ada pengalaman yang dia alami sehingga dia terluka jiwanya. Kita ga akan pernah tahu”.

 

M : “Seperti yang papa bilang tadi itu tidak normal. Kalau kakak inget pelajaran IPA kakak tentang perkembangbiakan tumbuhan, pada bunga ada yang namanya putik dan benang sari. Yang putik itu disebut alat kelamin apa kak pada bunga ?”

 

N : “Betina”

 

M : “Klo di bunga, alat kelamin jantannya disebut apa ?”

 

N : “Benang sari”

 

M: “didalam putik ada yang namanya bakal biji, bakal biji ini akan menjadi buah kak, bakal biji ini akan tumbuh menjadi bakal pohon. Di semesta aja untuk bisa berkembang biak butuh betina dan jantan supaya bisa jadi buah, supaya buahnya keluar biji yang matang supaya bisa jadi pohon lagi. Itu normalnya alam semesta ini bekerja”

M : “Begitu juga dengan manusia kakak, manusia bisa berkembang biak jika ada laki-laki dan perempuan. Lebih rumit lagi klo manusia kak, intinya normalnya alam semesta bekerja itu tadi”.

 

P : “Karena yang ga normal ini ada, bukan berarti kakak kemudian jadi memusuhi mereka. Biasa aja, selama mereka ga ganggu kakak, bersikap biasa aja.”

 

Nanta lebih banyak menyimaknya. Entah dia menyimpan dalam memorinya atau tidak.

 

Informasi begitu mudah sampai ke anak-anak, terkadang tidak meminta pun informasi tersedia begitu saja. Seperti asal mula pembicaraan tentang gay ini terjadi. Jamannya udah begini, kita harus berputar bersamanya.  

 

Yang pasti sebisa mungkin kami bisa memberikan jawaban kepada anak-anak kami khususnya, menurut pemahaman dan prinsip kami. Kami berusaha memberikan pengertian, pemahaman dan bekal. Entah bagaimana mereka nanti bersikap adalah keputusan sepenuhnya ada pada dirinya masing-masing, apalagi ketika mereka kemudian menjadi manusia yang dewasa.

 

Tuhan selalu menjaga, melindungi dan mengasihi anak-anakku (Nanta dan Dhita).


Kamis, 02 Juli 2020

Noni' mulai Sekolah

Sabtu, 13 Juli 2019 akhirnya kami ke sekolah buat daftarin Noni' ditingkat TK kecil. Karena tanggal 15 Juli tahun ajaran baru sudah dimulai.

Kalau tahun - tahun sebelumnya Ngerayu Noni' buat masuk sekolah, akhir semester lalu Noni' mulai menanyakan tentang sekolah dan saya jadi aras-arasan...karena bagi saya, begitu Anak mulai sekolah..waktu berjalan sangat cepat sekali (lha Piye toh buuu)

Saya mengantarkan terlebih dahulu si Kakak ke sekolah, karena Kk masuk lebih pagi dari jam sekolah anak teka.

Agak lama saya menunggu Noni' datang diantar Bapaknya. Saya deg-degan untuk alasan yang saya sendiri ga ngerti kenapa bisa saya deg-degan (pada saat itu)...

Dia datang, dengan air muka yang pede sekali, mata yang ekspresif, dan dari sorot matanya saya bisa membaca bahwa dia benar-benar siap...(entah nanti bagaimana sewaktu pulang sekolah). Saya antarkan dia sampai depan pintu masuk area Teka. Miss-miss sudah menyambut, dan kami melepaskan dia, celingak-celinguk tapi masih pede.

Karena saya tidak bisa meninggalkan kantor di siang hari untuk jemput Noni', saya selalu nelpon pak suami, menanyakan : bagaimana ekspresi Noni'  papa, bahagia ga dia pa? Aaah aku pengen lihat ekspresi muka dia pulang sekolah, aku mau simpan di memori ku.

Sampai akhirnya 4 hari kemudian, saya baru bisa jemput dia, itu juga terlambat sekali jemputnya. Hampir 1 jam dia menunggu di sekolah, untuk dijemput. Ekspresi muka dan hati yang bicara melalui mata bukan ekspresi yang saya bayangkan anak di jemput pulang sekolah. Saat itu ekspresinya "ah akhirnya aku ada yang jemput". Setelah pamit dengan miss-miss ya, Noni' bertanya sambil kita menuruni tangga "kok aku lama sekali dijemput". "Mama minta maaf ya Nak".


Hari ini kembali, Bapaknya yang jemput dia sekolah. Waktu sore kami ketemuan di Semarang Bawah, Bapaknya bercerita : 

👨: "Ade tadi tapi tanya nama teman-temannya, dia ga tau. Ta suruh kenalan dulu, masa udah main tapi ga tau nama temannya."

👩 : "Terus ?"

👨 : "Kenalan dia, yg satu namanya Ameera, terus dia balik lagi ke papa. Ta tanya lagi, yg itu namanya siapa (bapake nunjuk anak paket baju Batman)

👩 : Anak laki yang di video lari-lari SM Noni' ?

👨 : Iya, tau ga Anak itu jawab aku apa ? Dia langsung liat temennya yg cowok itu, dia jawab...o itu namanya Betmen..

Si bapak kesel denger jawaban asal anak cewenya, nyuruh Noni' kenalan lagi...sambil nyerocos mana ada anak namanya betmen...


Saya yang denger cerita itu ngakak, oh em ji, kelakuan anak cewe mirip bgt sama bapake. Asal jawab...




Lanjutan Pertama Menghitung Berkat #1

Previously :  Saat dia berdiri, batin saya "astaga kok jeansnya robek semua gini, apakata bokap pas liat beginian?!! Emang dia suka nai...