Lanjutannya lagi ya ! terakhir
dipostingan sampai Saya menjelaskan ke Ananta kalau pertanyaan tidak bisa
dijawab sembarangan.
Kenapa ga bisa dijawab
sembarangan ? Coba posisikan dirimu sebagai penanya itu, kira-kira kenapa bisa
muncul pertanyaan itu di kamu ?
Ketika saya kemudian mencerna
pertanyaan Ananta tersebut, dalam pikiran saya -yang memposisikan diri sebagai
Ananta- adalah “Aku tu agamanya Hindu karena ada yang kasih tau ke mama kalau
nanti aku lahir kasih tau ke aku yang baru lahir itu kalau agamanya nanti
adalah Hindu”.
Ketika saya memposisikan diri
saya sebagai keke dan mendengar pertanyaan anak saya, sepertinya saya menangkap
sebuah pemikiran bahwa Saya yang ngelabelin anak saya ini. Dulu jaman kuliah, ketika
ngumpul sama temen-temen kampus ada aja obrolannya, salah satunya tentang ini
“Ah lo itu menganut agama karena bapak ibu lo”. Saat denger temen saya itu,
pikiran saya menyanggahnya, secara Bapak Ibu ku berbeda agama. Ibu orang
Saparua Maluku besar di Jakarta agama Kristen Protestan, Bapak kelahiran
Karangasem Bali agama Hindu. Dan saya memilih menjadi orang Bali.
Saya mencoba menjawab Ananta
berdasarkan pengalaman selama saya hidup. Saya ga bisa menyampaikan tentang
pengalaman keagamaan saya, karena ya itu tadi saya besar dalam sebuah keluarga
yang pluralis dengan kompleksitas yang sangat tinggi, mungkin kapan-kapan akan
saya tulis tentang bagaimana saya tumbuh dan berkembang.
Seperti dalam postingan
sebelumnya, ga mungkin kan saya menjelaskan tentang agama yang dianut karena
kelahirannya, karena hal itu sama dengan saya serta merta secara langsung
melabeli anak-anak saya. Tapi memang semenjak lahir, itu yang saya kenali ke
anak-anak saya.
Dikepala tu, saya mulai menyusun
apa saja yang harus saya jelaskan ke Ananta. Kuncinya : “Sense Of Belonging”.
Penjelasan saya dimulai dengan
“Karena Ananta dan Nandhita lahir sebagai orang Bali. Ada budaya, ada adat dan
ada nilai-nilai luhur yang sudah ada sejak dari dulu kala yang berjalan di
Nusantara (BTW, saya sudah biasa menjelaskan ke anak-anak soal Nusantara adalah
nama Indonesia pada jaman dahulu kala). Tapi bukan karena KK lahir sebagai
orang Bali kemudian KK menjadi Hindu, bukan karena itu. Hindu itu datangnya
dari luar Nusantara kak, sama seperti Islam, Kristen dan Budha.
Hindu di Bali ga sama dengan
Hindu di tempat asalnya India. Di Bali, dari mulai seorang Ibu mengandung
sampai dengan manusia mati, ada nilai budaya nusantara dan agama yang
dipadukan. Apa yang sudah ada di nusantara tidak bisa ditinggalkan gitu aja
kak. Ga ada negara yang maju dengan meninggalkan budayanya. Karena itu lah ciri
khas negara itu, yang disesuaikan dengan alam semesta raya dimana negara itu
ada, yang membuat negara itu tidak sama dengan negara lainnya. Budaya itu hasil
buah pikiran para leluhur kita yang berusaha hidup bersama alam raya. Budaya itu
adalah yang memberikan wujud di kita.
Sama aja kayak gimana sih orang
tau nanta itu yang mana ? oohhh...yang rambutnya lurus, yang kulitnya hitam,
yang kalau pakai baju selebor, yang selalu ketinggalan barangnya, yang rumahnya
di bukitsari.
Terus masuklah nilai-nilai agama
ke nusantara, yang masuk duluan itu Agama Hindu lalu Budha, yang mana keduanya
menyesuaikan dengan budaya yang sudah ada di Nusantara maka jadi lah agama
Hindu Siwa, Siwa-Budha, terbentuk budaya baru, hasil buah pikir leluhur juga
menyatukan nilai budaya dengan agama. Bisa keliatan contohnya seperti candi
borobudur, dan klo di Bali itu tempat sembahyang ada yang punya ruang 3, inget
ga tempat sembahyang di rumah wayah di Parikesit ? yang deket pintu masuk
ketempat sembahyangnya...itu menyimbolkan Brahma, Wisnu, Siwa. Semua yang ada
di nusantara itu, di negara asal Hindu atau Budha ga ada itu semua kak, dan
semua yang di nusantara bisa menerima perpaduan budaya dan agama itu. Karena
itulah yang menjadikan Nusantara, itulah kita. Dijaga baik-baik apa yang sudah
kita punya.
Ga ada yang kasih tau mama kalau mama itu Hindu, atau kristen, atau islam. Mama yang memilih. Mungkin begitu juga dengan papa. Tau dulu siapa dan darimana kita, mama misalnya Ooo mama orang Bali, ooo di Bali itu begini, begitu...di Bali kita menghormati leluhur makanya ada yang namanya pura kawitan, tiap tanggal tertentu kita sembahyang, yang di Bali sembahyang ke kawitan, yang diluar Bali kayak kita gini sembahyang untuk leluhur kita dari tempat sembahyangnya kita.