Kemarin anak lanang menjalani ulangan tengah semester agama (eh, sebenernya UTS itu stand for Ujian Tengah Semester atau Ulangan Tengah Semester?). Kalau gw nyebutnya ulangan, karena gw jelasin ke anak lanang, bahwa yang namanya ulangan itu, adalah mengulang apa yang dipahami selama masa belajar di sekolah, dan cara mengulangnya adalah harus menjawab pertanyaan. Kalau kamu paham, maka kamu bisa menjawab pertanyaannya, kalau ga paham, berarti saat guru menerangkan kamu "bengong", "ga tertarik", "ga konsentrasi", "main dengan hal-hal lain".... jadi kamu ga paham.
Balik lagi ke niat awal nulis post ini, yaitu mau cerita tentang pertanyaan saya ke anak lanang "Gimana Kak, Ulangan Agamanya?". Lalu si anak lanang menjawab "aku yakin dapat 90 ma, karena ada 1 soal yang aku ga tau".
Mama : Soal apaan kak ?
Anak Lanang : Aku lupa....pokoknya tentang warna warna gitu, bagaimana mencapai warna klo ga salah
M : Hah? Panca Warna ?
AL : Bukan, cuma karena aku ga tau ya aku jawabnya pakai jembatan....
dan kami semua ketawa denger jawabannya.
Tapi saya penasaran, sebenernya apa sih maksudnya nanta dengan pertanyaan yang dia ga paham jawabannya. materi apa di pelajaran agama Hindu yang berhubungan dengan warna dan sampai dia jawab dengan jembatan?
Dalam perjalanan nemenin Oomnya cari makan, di mobil langsung ketemu jawabannya....
Mama : Kak, maksud kk pertanyaan yang kakak ga paham itu nirwana ?
AL : aahhh..iya ma, aku ga tau nirwana itu apa ....
saya langsung ngomong sama Pak Suami yang lagi nyetir
M : hmmmm...kita ga pernah kasih pengertian tentang apa itu Surga ke anak-anak.
Saya sebagai orang tua anak-anak, tidak membiasakan untuk menyampaikan, tentang dosa, surga atau neraka kepada anak-anak. Kepada anak lanang saya menjelaskan tentang salah 1 point dari konsep 5 hal yang dipercayai sebagai orang Hindu Bali, yaitu
Panca Srada.
1. Percaya Pada Ida Sang Yang Widhi,
2. Percaya Pada Atman,
3. Percaya Pada Karma,
4. Percaya Pada Samsara / Purnabawa / Reingkarnasi
5. Percaya Pada Moksa
Saat ini dia baru kami kasih pemahaman tentang Ida Sang Yang Widhi, Atman dan Karma.
Untuk konsep surga dan neraka, dosa atau ga dosa sangat jarang sekali kami sebutkan atau bahkan kami bahas kepada anak lanang. Pernah ada saat, dimana dia menanyakan "mama dosa itu apa?, aku denger temenku ngomong dosa ke temenku yang lain.", "banyak dosanya nanti masuk neraka"
Saat itu, saya menjelaskan, "kakak teman-teman kakak ada yang menyebut berbuat tidak baik itu sama dengan dosa. Tapi kakak atau siapapun juga ga bisa bilang ke orang lain bahwa orang lain punya dosa atau saya punya dosa. Karena yang paling mengetahui dan yang paling bisa menilai cuma Tuhan, bukan manusia".
"Untuk neraka, mama ga bisa menjelaskan. Kakak harus paham, orang Hindu Bali percaya dengan yang namanya Karma."
"You Do Good, You Get Good, You Do Bad You Get Bad, tapi ga selalu langsung kakak terima hasil perbuatan kakak. Yang harus kakak pahami supaya kakak Never Stop To Do Good always".
Kemudian, kembali ke pertanyaan di soal ujian "Bagaimana caranya kita mencapai Nirwana ?"
di jawab sama kakak, pakai jembatan....