Selasa, 14 April 2020

The Kite Runner

Malam itu, pukul 22.00 seorang teman menelpon dan mengabarkan kalau dia butuh bantuan untuk menyelesaikan inputannya. Waktu sudah mendesak, karena 2 jam lagi sistem akan ditutup.
Dalam hati saya mmg sudah berjanji padanya untuk menyelesaikan inputan itu yg harusnya sudah diselesaikan pukul 15.30. 

Menjelang jam 12 malam saya baru selesai membantunya, akibatnya kalau sebelum jam 10 saya belum tidur adalah kantuk ga kunjung datang...

Akhirnya baca buku sampai kemeng selesai jam 1 malam. Udh bingung karena kantuk tetap juga ga kunjung datang, akhirnya saya nyalain TV, langsung ke channel HBO. Karena covid ini, entah u-seetv membuka semua channel hiburannya atau emang akibat dr saya melakukan upgrade indihome.

Film yg tayang pagi itu adalah "The Kite Runner" adegan sudah 80% berlangsung rupanya. 

Keesokan harinya saya memutuskan untuk melihat lagi jadwal tayang judul the kite runner itu. 06.30 hari sabtu. Dan merencanakan untuk menontonnya bersama anak lanang.

Sabtu, 06.30 the kite runner runner tayang lagi. Akhirnya menonton dr awal. Suasana Afganistan ditahun 1978, lalu kemudian invasi Rusia kepada Afganistan sehingga membawa Afganistan dikuasai oleh Taliban setting tahun 2000.

Afganistan tahun 1978 sangat berbeda, saya berpikir apakah settingannya mmg dibuat spt itu? Atau sebenernya itu adalah suasana Afganistan pada tahun itu! Tarian, kegembiraan dan wanita2nya yg cantik rambut indah terurai dan mata yang indah, bulu mata lentik, alis yang tebal, orang2 yang menggunakan baju, celana, gaun yang sama aja kayak belahan bumi Indonesia tahun film warkop DKI

Kemudian ketika settingan beralih ke tahun 2000, ketika Amir harus kembali ke Afganistan -setelah puluhan tahun ia tinggalkan dan menjadi imigran di AS- untuk menjemput keponakannya yang bernama Sobhar. Sobhar adalah anak dari sahabatnya yg merupakan pelayan di rumah Amir dulu yang bernama Hasan, dan belakangan baru amir ketahui bahwa Hasan adalah anak dari ayah amir dengan seorang pembantu.

Suasana Afganistan berubah luar biasa, bahkan Amir sendiri mengatakan "Saya merasa seperti turis di tanah kelahirannya sendiri".

Guna menjemput keponakannya, amir harus bertemu dengan pimpinan wilayah itu di sebuah stadion dan menyaksikan hukuman yg diterapkan selama Taliban berkuasa di Afganistan. Amir bertemu dengan assef, sseorang yang dikenalnya ketika masih tinggal di Afganistan tahun 1978. Assef menjadi bagian dari Taliban dan keponakannya ada di tangan assef untuk menjadi seorang penari yang didandani seperti seorang wanita.

Amir mengetahui bahwa Assef telah melaukan pelecehan terhadap keponakannya selama ia berada di penahanan assef. Sebagaimana yang pernah assef lakukan terhadap ayahnya Sobhar.

Siksaan yang harus amir dapatkan untuk mengambil sobhar ia jalani...dari sisi assef, itu adalah hukum yg harus diterima amir karena berkhianat pada negara dan bergabung dengan kafir.

Film ini berdurasi kurang lebih 2 jam namun menyentuh hati saya hingga sekarang. Kalimat dari ayah Amir yang saya ingat sampai sekarang dan saya tafsirkan sendiri "tidak ada tindakan yg lebih buruk dari mencuri. Bahkan membunuh adalah sebuah pencurian pencurian terbesar, karena kamu tidak hanya mengambil nyawa yg kau bunuh, tapi kehidupan dari orang2 yang ditinggalkan.."

Dari Hasan saya belajar tentang kesetiaan dan harga diri.

Postingan kali ini tersimpan dikepala cukup lama, setelah saya dengan iseng komentarin status WA seorang temen yg lagi tergila2 nonton drama korea akibat pemberlakuan Work From Home ini....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Lanjutan Pertama Menghitung Berkat #1

Previously :  Saat dia berdiri, batin saya "astaga kok jeansnya robek semua gini, apakata bokap pas liat beginian?!! Emang dia suka nai...