Mind Story Of Mine
Terkadang kepala itu terlalu banyak diajak lompat-lompat dalam berpikir,,memendam begitu banyak pemikiran menyebabkan kekusutan tersendiri. Lalu kemudian untuk mengurainya..kita perlu mencari benang merah dari semuanya...
Jumat, 29 Oktober 2021
Lanjutan Pertama Menghitung Berkat #1
Minggu, 12 September 2021
Harapan
Seorang teman mengirimkan potongan video tentang obrolan 2 orang wanita yang membahas tentang faktor yang menentukan kesuksesan seorang anak itu adalah harapan orangtuanya pada si anak.
Karena ini adalah potongan video, dan saya ga berusaha untuk mencari tahu lebih dalam lagi tentang siapa ni narasumber yang diajak ngobrol sama Putri Tanjung, saya ga melihat awal dan akhir pembicaraan itu, jadi saya hanya akan membahas pandangan saya terhadap isi pembicaraan dari potongan video tersebut.
Kembali lagi dengan pernyataan si pembicara "faktor yang menentukan kesuksesan seorang anak itu adalah harapan orangtuanya terhadap si anak". Komentar saya pada teman yang mengirimkan video itu lebih kurang begini "Faktor Lebih besar yang menentukan kesuksesan seseorang itu adalah harapan dia terhadap dirinya sendiri, orangtua perannya hanya sebagai penyemangat (semacam support system)".
Komentar saya sendiri terhadap potongan video yang dikirimkan teman saya itu, membawa saya pada sebuah perenungan "Apakah Benar Kesuksesan Seseorang itu ditentukan oleh harapan orangtuanya?" :
- Sebesar apapun harapan orangtua kepada anak, jika harapan orgtua tidak satu frekuensi terhadap apa yang menjadi passion si anak, bisa jadi yang namanya kesuksesan hanya menjadi milik si orangtua dan si anak bisa saja menjadi pribadi yang hampa.
- Sebesar apapun harapan orangtua kepada anak, jika si anak ini ga punya passion apapun tentang dan terhadap hidupnya, lalu akan bagaimana si anak kedepannya jika orangtuanya tidak ada ?
- Atau bisa jadi harapan si anak hanya sebatas memenuhi harapan orangtuanya, passion dia adalah membahagiakan orangtuanya, jika bisa memenuhi harapan orangtuanya maka bisa jadi si anak merasa dia sudah menjadi orang sukses.
Selasa, 08 Juni 2021
Menghitung Berkat #1
Jumat, 31 Juli 2020
MEMASUKI BULAN KE-5
Sabtu, 11 Juli 2020
Anak bertanya tentang Gei...
Ini adalah kejadian ketika saya menjalani piket masuk
kantor, waktu masih berlaku Work From Home. Siang hari sepertinya Nanta nonton
yutup undertale (I have no idea, kenapa dia suka undertale. Saya juga udh
pernah nemenin Nanta nonton undertale dan masih OK aja untuk ditonton
berdasarkan standar saya). Sepertinya apa yang dia tonton siang hari itu, menyimpan
sebuah pertanyaan di Nanta sehingga masih dia simpan untuk dia tanya saat dia
inget untuk tanyakan ke mamanya.
Saat makan malam sudah selesai, tapi Nanta masih duduk di
kursi makan dan bertanya sesuatu sambil nyeruput botol minumnya. "Ma,
apa itu gei?" .
Seketika tenggorokan jadi gatel dan merasa perlu untuk
membuat batuk kecil, menelan ludah dan kemudian bertanya lebih jelas lagi
dengan pertanyaannya.
Mama (M) : "Tulisannya gimana ? G U Y ?"
Nanta (N) : "I dont know mom, aku dengernya
gei"
M : "Kk dengernya dimana ?"
N : "Di Yutup Undertale"
M : "Kalimat yang kakak denger gimana ?"
N :” Dude, you sound
like gei’
Dalam hati, oh Tuhan ternyata Gei yang ditanya Nanta adalah
GAY bukan GUY.
M : “awalnya ada percakapan itu gimana ?”
N : “San lagi ngobrol sama temennya dan temennya ngomong
klo apa gitu terus dibalas sama San -dude you sound like gay-. Emang artinya
apa ma ?
M : “Temennya SAN itu cowo ?”
N : “Iya”
M : “Mama mau liat dong yutupnya”
-Saya menonton sama Nanta mulai pada detik dimana
mulai ada pembicaraan itu-
Pertanyaan-pertanyaan itu saya ajukan ke Nanta karena saya
harus mengumpulkan semua informasi yang saya perlukan sebagai bahan untuk
menjelaskan ke Nanta apa aja yang perlu Nanta tau tentang yang dia tanya itu.
Saat itu, Bapaknya udah ninggalin meja makan, karena klo ga salah HP nya bunyi
atau dia mau ngerokok di bawah pohon.
M : “ maksud hati temennya San itu adalah memuji SAN karena
SAN keliatan keren. Tapi buat SAN, dia ga biasa di puji kayak gitu. Jadi SAN
ngerasa aneh sambil bicara gitu. SAN merasa aneh dengan kalimat temennya,
karena emang ga biasa cowo memuji penampilan fisik cowo lainnya. Nah kakak tau
arti kalimat SAN itu klo diterjemahin ke
bahasa Indonesia ?”
N : “ Kamu terdengar seperti GAY, terus GAY itu apa ?”
M : “Gay itu artinya cowo yang mempunyai ketertarikan lebih
pada cowo”
N : “Maksudnya ?”
M : “Cowo yang suka sama cowo juga”
N : “Hah?!?!?”
Kebetulan papanya masuk lagi, mau belok ke kamar ngambil
sesuatu kayaknya waktu itu. Saya langsung ngomong “Papa, Nanta nanya Gay itu apa?”
Si Bapak berhenti melangkah, membalik badannya dan kemudian
duduk diundak-undakan...saya ikut duduk disampingnya. Menceritakan asal mula
kenapa Nanta tiba-tiba nanya apa itu Gay..
Kurang lebih begini kira-kira papanya menjelaskan atau
menjawab apa itu Gay.
Papa (P) : “Di luar sana, ada yang namanya cowo suka sama
cowo atau cewe suka sama cewe kak. Klo sama cowo disebutnya Gay, Klo sama cewe
disebut Lesbi. Its not normal, tapi itu ada”.
N : “kenapa bisa begitu?”
P : “Kita tidak akan pernah tahu kenapa ada manusia yang
bisa seperti itu. Mungkin pernah ada luka dengan jiwanya..mungkin ada
pengalaman yang dia alami sehingga dia terluka jiwanya. Kita ga akan pernah
tahu”.
M : “Seperti yang papa bilang tadi itu tidak normal. Kalau
kakak inget pelajaran IPA kakak tentang perkembangbiakan tumbuhan, pada bunga
ada yang namanya putik dan benang sari. Yang putik itu disebut alat kelamin apa
kak pada bunga ?”
N : “Betina”
M : “Klo di bunga, alat kelamin jantannya disebut apa ?”
N : “Benang sari”
M: “didalam putik ada yang namanya bakal biji, bakal biji
ini akan menjadi buah kak, bakal biji ini akan tumbuh menjadi bakal pohon. Di semesta
aja untuk bisa berkembang biak butuh betina dan jantan supaya bisa jadi buah,
supaya buahnya keluar biji yang matang supaya bisa jadi pohon lagi. Itu
normalnya alam semesta ini bekerja”
M : “Begitu juga dengan manusia kakak, manusia bisa berkembang
biak jika ada laki-laki dan perempuan. Lebih rumit lagi klo manusia kak,
intinya normalnya alam semesta bekerja itu tadi”.
P : “Karena yang ga normal ini ada, bukan berarti kakak
kemudian jadi memusuhi mereka. Biasa aja, selama mereka ga ganggu kakak,
bersikap biasa aja.”
Nanta lebih banyak menyimaknya. Entah dia menyimpan dalam
memorinya atau tidak.
Informasi begitu mudah sampai ke anak-anak, terkadang tidak
meminta pun informasi tersedia begitu saja. Seperti asal mula pembicaraan
tentang gay ini terjadi. Jamannya udah begini, kita harus berputar bersamanya.
Yang pasti sebisa mungkin kami bisa memberikan jawaban kepada
anak-anak kami khususnya, menurut pemahaman dan prinsip kami. Kami berusaha
memberikan pengertian, pemahaman dan bekal. Entah bagaimana mereka nanti
bersikap adalah keputusan sepenuhnya ada pada dirinya masing-masing, apalagi
ketika mereka kemudian menjadi manusia yang dewasa.
Tuhan selalu menjaga, melindungi dan mengasihi anak-anakku
(Nanta dan Dhita).
Lanjutan Pertama Menghitung Berkat #1
Previously : Saat dia berdiri, batin saya "astaga kok jeansnya robek semua gini, apakata bokap pas liat beginian?!! Emang dia suka nai...
-
Siapa yang suka Justin Bieber ? Saya ga pernah menyukai Justin Bieber - sekarang populer dengan Huruf Inisial namanya JB -. Waktu dia ma...
-
Pembicaraan tadi malam dengan Anak lanang. Mama (M) : Kakak, Pak Eko datang ke sekolah ga ? (Pak eko adalah guru agama Hindu di Kota Sema...
-
"Saya kan Udah Tua...biar yang muda-muda aja yang ngerjain" Ini adalah kalimat yang sering banget gw denger semenjak gw pinda...