Sabtu, 11 Juli 2020

Anak bertanya tentang Gei...

Ini adalah kejadian ketika saya menjalani piket masuk kantor, waktu masih berlaku Work From Home. Siang hari sepertinya Nanta nonton yutup undertale (I have no idea, kenapa dia suka undertale. Saya juga udh pernah nemenin Nanta nonton undertale dan masih OK aja untuk ditonton berdasarkan standar saya). Sepertinya apa yang dia tonton siang hari itu, menyimpan sebuah pertanyaan di Nanta sehingga masih dia simpan untuk dia tanya saat dia inget untuk tanyakan ke mamanya.

 

Saat makan malam sudah selesai, tapi Nanta masih duduk di kursi makan dan bertanya sesuatu sambil nyeruput botol minumnya. "Ma, apa itu gei?" .

 

Seketika tenggorokan jadi gatel dan merasa perlu untuk membuat batuk kecil, menelan ludah dan kemudian bertanya lebih jelas lagi dengan pertanyaannya. 

 

Mama (M) : "Tulisannya gimana ? G U Y ?"

Nanta  (N) : "I dont know mom, aku dengernya gei"

M : "Kk dengernya dimana ?"

N : "Di Yutup Undertale"

M : "Kalimat yang kakak denger gimana ?"

N  :” Dude, you sound like gei’

 

Dalam hati, oh Tuhan ternyata Gei yang ditanya Nanta adalah GAY bukan GUY.

 

M : “awalnya ada percakapan itu gimana ?”

N : “San lagi ngobrol sama temennya dan temennya ngomong klo apa gitu terus dibalas sama San -dude you sound like gay-. Emang artinya apa ma ?

M : “Temennya SAN itu cowo ?”

N : “Iya”

M : “Mama mau liat dong yutupnya”

 

-Saya menonton sama Nanta mulai pada detik dimana mulai ada pembicaraan itu-

 

Pertanyaan-pertanyaan itu saya ajukan ke Nanta karena saya harus mengumpulkan semua informasi yang saya perlukan sebagai bahan untuk menjelaskan ke Nanta apa aja yang perlu Nanta tau tentang yang dia tanya itu. Saat itu, Bapaknya udah ninggalin meja makan, karena klo ga salah HP nya bunyi atau dia mau ngerokok di bawah pohon.

 

M : “ maksud hati temennya San itu adalah memuji SAN karena SAN keliatan keren. Tapi buat SAN, dia ga biasa di puji kayak gitu. Jadi SAN ngerasa aneh sambil bicara gitu. SAN merasa aneh dengan kalimat temennya, karena emang ga biasa cowo memuji penampilan fisik cowo lainnya. Nah kakak tau arti kalimat SAN itu  klo diterjemahin ke bahasa Indonesia ?”

 

N : “ Kamu terdengar seperti GAY, terus GAY itu apa ?”

M : “Gay itu artinya cowo yang mempunyai ketertarikan lebih pada cowo”

N : “Maksudnya ?”

M : “Cowo yang suka sama cowo juga”

N : “Hah?!?!?”

Kebetulan papanya masuk lagi, mau belok ke kamar ngambil sesuatu kayaknya waktu itu. Saya langsung ngomong “Papa, Nanta nanya Gay itu apa?”

 

Si Bapak berhenti melangkah, membalik badannya dan kemudian duduk diundak-undakan...saya ikut duduk disampingnya. Menceritakan asal mula kenapa Nanta tiba-tiba nanya apa itu Gay..

 

Kurang lebih begini kira-kira papanya menjelaskan atau menjawab apa itu Gay.

 

Papa (P) : “Di luar sana, ada yang namanya cowo suka sama cowo atau cewe suka sama cewe kak. Klo sama cowo disebutnya Gay, Klo sama cewe disebut Lesbi. Its not normal, tapi itu ada”.

 

N : “kenapa bisa begitu?”

 

P : “Kita tidak akan pernah tahu kenapa ada manusia yang bisa seperti itu. Mungkin pernah ada luka dengan jiwanya..mungkin ada pengalaman yang dia alami sehingga dia terluka jiwanya. Kita ga akan pernah tahu”.

 

M : “Seperti yang papa bilang tadi itu tidak normal. Kalau kakak inget pelajaran IPA kakak tentang perkembangbiakan tumbuhan, pada bunga ada yang namanya putik dan benang sari. Yang putik itu disebut alat kelamin apa kak pada bunga ?”

 

N : “Betina”

 

M : “Klo di bunga, alat kelamin jantannya disebut apa ?”

 

N : “Benang sari”

 

M: “didalam putik ada yang namanya bakal biji, bakal biji ini akan menjadi buah kak, bakal biji ini akan tumbuh menjadi bakal pohon. Di semesta aja untuk bisa berkembang biak butuh betina dan jantan supaya bisa jadi buah, supaya buahnya keluar biji yang matang supaya bisa jadi pohon lagi. Itu normalnya alam semesta ini bekerja”

M : “Begitu juga dengan manusia kakak, manusia bisa berkembang biak jika ada laki-laki dan perempuan. Lebih rumit lagi klo manusia kak, intinya normalnya alam semesta bekerja itu tadi”.

 

P : “Karena yang ga normal ini ada, bukan berarti kakak kemudian jadi memusuhi mereka. Biasa aja, selama mereka ga ganggu kakak, bersikap biasa aja.”

 

Nanta lebih banyak menyimaknya. Entah dia menyimpan dalam memorinya atau tidak.

 

Informasi begitu mudah sampai ke anak-anak, terkadang tidak meminta pun informasi tersedia begitu saja. Seperti asal mula pembicaraan tentang gay ini terjadi. Jamannya udah begini, kita harus berputar bersamanya.  

 

Yang pasti sebisa mungkin kami bisa memberikan jawaban kepada anak-anak kami khususnya, menurut pemahaman dan prinsip kami. Kami berusaha memberikan pengertian, pemahaman dan bekal. Entah bagaimana mereka nanti bersikap adalah keputusan sepenuhnya ada pada dirinya masing-masing, apalagi ketika mereka kemudian menjadi manusia yang dewasa.

 

Tuhan selalu menjaga, melindungi dan mengasihi anak-anakku (Nanta dan Dhita).


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Lanjutan Pertama Menghitung Berkat #1

Previously :  Saat dia berdiri, batin saya "astaga kok jeansnya robek semua gini, apakata bokap pas liat beginian?!! Emang dia suka nai...