Ini adalah kejadian ketika saya menjalani piket masuk
kantor, waktu masih berlaku Work From Home. Siang hari sepertinya Nanta nonton
yutup undertale (I have no idea, kenapa dia suka undertale. Saya juga udh
pernah nemenin Nanta nonton undertale dan masih OK aja untuk ditonton
berdasarkan standar saya). Sepertinya apa yang dia tonton siang hari itu, menyimpan
sebuah pertanyaan di Nanta sehingga masih dia simpan untuk dia tanya saat dia
inget untuk tanyakan ke mamanya.
Saat makan malam sudah selesai, tapi Nanta masih duduk di
kursi makan dan bertanya sesuatu sambil nyeruput botol minumnya. "Ma,
apa itu gei?" .
Seketika tenggorokan jadi gatel dan merasa perlu untuk
membuat batuk kecil, menelan ludah dan kemudian bertanya lebih jelas lagi
dengan pertanyaannya.
Mama (M) : "Tulisannya gimana ? G U Y ?"
Nanta (N) : "I dont know mom, aku dengernya
gei"
M : "Kk dengernya dimana ?"
N : "Di Yutup Undertale"
M : "Kalimat yang kakak denger gimana ?"
N :” Dude, you sound
like gei’
Dalam hati, oh Tuhan ternyata Gei yang ditanya Nanta adalah
GAY bukan GUY.
M : “awalnya ada percakapan itu gimana ?”
N : “San lagi ngobrol sama temennya dan temennya ngomong
klo apa gitu terus dibalas sama San -dude you sound like gay-. Emang artinya
apa ma ?
M : “Temennya SAN itu cowo ?”
N : “Iya”
M : “Mama mau liat dong yutupnya”
-Saya menonton sama Nanta mulai pada detik dimana
mulai ada pembicaraan itu-
Pertanyaan-pertanyaan itu saya ajukan ke Nanta karena saya
harus mengumpulkan semua informasi yang saya perlukan sebagai bahan untuk
menjelaskan ke Nanta apa aja yang perlu Nanta tau tentang yang dia tanya itu.
Saat itu, Bapaknya udah ninggalin meja makan, karena klo ga salah HP nya bunyi
atau dia mau ngerokok di bawah pohon.
M : “ maksud hati temennya San itu adalah memuji SAN karena
SAN keliatan keren. Tapi buat SAN, dia ga biasa di puji kayak gitu. Jadi SAN
ngerasa aneh sambil bicara gitu. SAN merasa aneh dengan kalimat temennya,
karena emang ga biasa cowo memuji penampilan fisik cowo lainnya. Nah kakak tau
arti kalimat SAN itu klo diterjemahin ke
bahasa Indonesia ?”
N : “ Kamu terdengar seperti GAY, terus GAY itu apa ?”
M : “Gay itu artinya cowo yang mempunyai ketertarikan lebih
pada cowo”
N : “Maksudnya ?”
M : “Cowo yang suka sama cowo juga”
N : “Hah?!?!?”
Kebetulan papanya masuk lagi, mau belok ke kamar ngambil
sesuatu kayaknya waktu itu. Saya langsung ngomong “Papa, Nanta nanya Gay itu apa?”
Si Bapak berhenti melangkah, membalik badannya dan kemudian
duduk diundak-undakan...saya ikut duduk disampingnya. Menceritakan asal mula
kenapa Nanta tiba-tiba nanya apa itu Gay..
Kurang lebih begini kira-kira papanya menjelaskan atau
menjawab apa itu Gay.
Papa (P) : “Di luar sana, ada yang namanya cowo suka sama
cowo atau cewe suka sama cewe kak. Klo sama cowo disebutnya Gay, Klo sama cewe
disebut Lesbi. Its not normal, tapi itu ada”.
N : “kenapa bisa begitu?”
P : “Kita tidak akan pernah tahu kenapa ada manusia yang
bisa seperti itu. Mungkin pernah ada luka dengan jiwanya..mungkin ada
pengalaman yang dia alami sehingga dia terluka jiwanya. Kita ga akan pernah
tahu”.
M : “Seperti yang papa bilang tadi itu tidak normal. Kalau
kakak inget pelajaran IPA kakak tentang perkembangbiakan tumbuhan, pada bunga
ada yang namanya putik dan benang sari. Yang putik itu disebut alat kelamin apa
kak pada bunga ?”
N : “Betina”
M : “Klo di bunga, alat kelamin jantannya disebut apa ?”
N : “Benang sari”
M: “didalam putik ada yang namanya bakal biji, bakal biji
ini akan menjadi buah kak, bakal biji ini akan tumbuh menjadi bakal pohon. Di semesta
aja untuk bisa berkembang biak butuh betina dan jantan supaya bisa jadi buah,
supaya buahnya keluar biji yang matang supaya bisa jadi pohon lagi. Itu
normalnya alam semesta ini bekerja”
M : “Begitu juga dengan manusia kakak, manusia bisa berkembang
biak jika ada laki-laki dan perempuan. Lebih rumit lagi klo manusia kak,
intinya normalnya alam semesta bekerja itu tadi”.
P : “Karena yang ga normal ini ada, bukan berarti kakak
kemudian jadi memusuhi mereka. Biasa aja, selama mereka ga ganggu kakak,
bersikap biasa aja.”
Nanta lebih banyak menyimaknya. Entah dia menyimpan dalam
memorinya atau tidak.
Informasi begitu mudah sampai ke anak-anak, terkadang tidak
meminta pun informasi tersedia begitu saja. Seperti asal mula pembicaraan
tentang gay ini terjadi. Jamannya udah begini, kita harus berputar bersamanya.
Yang pasti sebisa mungkin kami bisa memberikan jawaban kepada
anak-anak kami khususnya, menurut pemahaman dan prinsip kami. Kami berusaha
memberikan pengertian, pemahaman dan bekal. Entah bagaimana mereka nanti
bersikap adalah keputusan sepenuhnya ada pada dirinya masing-masing, apalagi
ketika mereka kemudian menjadi manusia yang dewasa.
Tuhan selalu menjaga, melindungi dan mengasihi anak-anakku
(Nanta dan Dhita).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar