Selasa, 15 Agustus 2017

C a n t i k

Beberapa waktu lalu saya posting di IG @kaniapramana tentang pembicaraan kami (saya dan anak lanang) yang menanyakan temen TK nya dulu yang bernama alika. Awalnya tujuan saya menanyakan alika hanyalah pengen tahu dia ngeh ga sih siapa aja temen-temen dia yang baru di kelas 2 ini. Setelah saya menyebut nama Alika, respon anak lanang ga cuma dia tau klo sekarang dia sekelas dengan Alika, tapi dia bilang Alika cantik.

Ga biasa buat saya mendengar anak lanang menyebut cantik ke orang lain kecuali ke mamanya, sama ke bunga , sama ke lukisan bunga (ya anak lanang saya suka sekali dengan bunga). Saya menyebutkan nama-nama temen cewe anak lanang dan bilang kalau temen-temen cewenya cantik semua. Lalu anak lanang mendefiniskan sendiri arti cantik bagi dia.

Alika cantik karena alika baik banget ma, ga pernah marah-marah, kalau bicara lemah lembut sama temen. Yang lain temen-temenku juga cantik, tapi ada yang suka marah-marah. Alika itu sabar, baik sama temen-temen ga pernah marah.

Definisi cantik menurut anak lanang membuat saya berpikir terus menerus, anak lanang bisa mempunyai definisi cantik yang genuine, ga lihat fisik (wlwpun sebenernya alika memang cantik sekali). 

Jiwa yang murni melihat kecantikan sebagai attitude yang keluar dari sikap seseorang, tampilan fisik bahkan tak disebutkan diawal penilaian. 

Lalu saya sampaikan pada anak lanang, KK punya adik kan juga perempuan, supaya adik jadi cantik kita contohkan ke adik untuk lemah lembut, ga marah-marah, perhatian sama orang. 

Kecantikan mama juga mulai menurun, karena mama sekarang sering marah-marah (tone datar)....Mak Gelontang !!!! Kecantikanku menurun!!!!! huhuhuhuhuh...aku ga baik menurut anak lanang. Mama macam apa aku!!!! 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Lanjutan Pertama Menghitung Berkat #1

Previously :  Saat dia berdiri, batin saya "astaga kok jeansnya robek semua gini, apakata bokap pas liat beginian?!! Emang dia suka nai...