Minggu, 12 September 2021

Harapan

Seorang teman mengirimkan potongan video tentang obrolan 2 orang wanita yang membahas tentang faktor yang menentukan kesuksesan seorang anak itu adalah harapan orangtuanya pada si anak. 

Karena ini adalah potongan video, dan saya ga berusaha untuk mencari tahu lebih dalam lagi tentang siapa ni narasumber yang diajak ngobrol sama Putri Tanjung, saya ga melihat awal dan akhir pembicaraan itu, jadi saya hanya akan membahas pandangan saya terhadap isi pembicaraan dari potongan video tersebut. 

Kembali lagi dengan pernyataan si pembicara "faktor yang menentukan kesuksesan seorang anak itu adalah harapan orangtuanya terhadap si anak". Komentar saya pada teman yang mengirimkan video itu lebih kurang begini "Faktor Lebih besar yang menentukan kesuksesan seseorang itu adalah harapan dia terhadap dirinya sendiri, orangtua perannya hanya sebagai penyemangat (semacam support system)"

Komentar saya sendiri terhadap potongan video yang dikirimkan teman saya itu, membawa saya pada sebuah perenungan "Apakah Benar Kesuksesan Seseorang itu ditentukan oleh harapan orangtuanya?"  :

  • Sebesar apapun harapan orangtua kepada anak, jika harapan orgtua tidak satu frekuensi terhadap apa yang menjadi passion si anak, bisa jadi yang namanya kesuksesan hanya menjadi milik si orangtua dan si anak bisa saja menjadi pribadi yang hampa. 
  • Sebesar apapun harapan orangtua kepada anak, jika si anak ini ga punya passion apapun tentang dan terhadap hidupnya, lalu akan bagaimana si anak kedepannya jika orangtuanya tidak ada ?
  • Atau bisa jadi harapan si anak hanya sebatas memenuhi harapan orangtuanya, passion dia adalah membahagiakan orangtuanya, jika bisa memenuhi harapan orangtuanya maka bisa jadi si anak merasa dia sudah menjadi orang sukses.
Lalu bagaimana saya dan pak suami (Kami sendiri) sebagai orangtua ? 
Harapan yang bagaimana yang kami inginkan terhadap anak-anak kami?
Orangtua mana sih yang ga mau anaknya menjadi orang yang sukses tapi apakah harapan kami benar-benar akan menentukan kesuksesannya? 
Kesuksesan anak yang bagaimana sih yang menjadi ukuran saya sebagai orangtua?

Sampai saat ini, saya dan pak suami, selalu brainstorming tentang peran, tanggung jawab dan doa kami (jika doa bisa dikatakan sebagai harapan) terhadap anak-anak kami.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Lanjutan Pertama Menghitung Berkat #1

Previously :  Saat dia berdiri, batin saya "astaga kok jeansnya robek semua gini, apakata bokap pas liat beginian?!! Emang dia suka nai...