Senin, 06 Agustus 2018

Jangan Larang, Tapi Beri Pemahaman....

Ada sebuah peristiwa kemarin terjadi di sekolah anak lanang, yang melibatkan anak lanang dan beberapa anak laki lainnya di kelasnya. Saya banyak sekali belajar ttg kebenaran sebuah teori parenting dari peristiwa tersebut. Salah satunya yang mau saya share dipostingan kali ini.

Ketika anak lanang papasan sama temen  cewenya, yang muslim baru saja selesai wudhu,

Anak cewe : "jangan sampai kena aku, karena aku baru wudhu. ga boleh dipegang"
Anak lanang :"kenapa ?"
Anak cewe : "ya ga boleh"
Anak lanang : "kenapa?"
dan rasa penasarannya akan himbauan temennya yang cewe itu justru memancing rasa penasaran anak lanang. Dia bertanya-tanya, emangnya apa yang mungkin terjadi jika saya pegang temen saya ini ?

Saat dia megang temennya dan tidak ada yang terjadi apa-apa (menurut versi anak lanang) dia masih terheran-heran, ga ada apa-apa..kenapa aku ga boleh megang...

Sementara anak cewe itu marah ke anak lanang, karena anak lanang ga mau denger himbauannya temen cewenya itu, dan meninggalkan anak lanang sambil marah ke anak lanang.

Oh Boy !!! ternyata ini arah pertanyaanmu tempo hari. Karena beberapa hari sebelum ada kejadian ini, anak lanang pernah bertanya, kenapa orang yang habis wudhu ga boleh dipegang ma?".

Setelah memberikan penjelasan tentang kenapa ga boleh, anak lanang belajar dan berusaha untuk menghormati temennya yang muslim yang baru wudhu.

Buat saya orangtua, saya jadi belajar juga. Melarang seorang anak untuk tidak melakukan sesuatu malah mendorong mereka untuk melakukan apa yang dilarang tersebut. Karena rasa penasaran anak-anak belum terpuaskan dengan hanya sekedar larangan. Perlu dijelaskan, sehingga mereka lebih paham. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Lanjutan Pertama Menghitung Berkat #1

Previously :  Saat dia berdiri, batin saya "astaga kok jeansnya robek semua gini, apakata bokap pas liat beginian?!! Emang dia suka nai...